Oleh: Abdillah Asyam Syairazy*
Jepang, tahun 2002. Masa di mana balap jalanan semakin populer, apalagi di tol malam-malam. Banyak mobil impor dan mobil yang dimodifikasi saling balapan, antara untuk uang, atau reputasi. Suatu ketika, terbitlah sebuah klub balapan bernama Star Speeder, yang memiliki 7 anggota. Banyak anggotanya yang merahasiakan identitasnya, tapi satu yang namanya banyak dikenal, Tomoka namanya. Ia mengendarai Nissan r32 nismo yang dimodifikasi untuk menghasilkan 670 horsepower (hp). Waktu berlalu, klub Star Speeder mendominasi balap liar.
Suatu hari, Tomoka ditantang balapan oleh pembalap dari klub Beast Chaser, entah siapa namanya, pembalap anonim itu menantang Tomoka untuk balapan melewati jalur yang bisa dibilang ekstrim karena rawan perbaikan jalan. Tomoka pun menerima tantangan itu. Detik, menit, jam berlalu, balapan belum selesai. Di tengah balapan ada sebuah peringatan bahwa jalanan diperbaiki yang di mana memakan setengah jalannya.Tomoka tidak melihat peringatan itu. Jalanan yang diperingatan itu terlihat. Tomoka mencoba menghindari area yang diperbaiki, tetapi sudah terlambat. Mobilnya memasuki area tersebut dan menyebabkan terguling. Pembalap yang lainnya mencoba menghentikannya tetapi kehilangan kontrol, menyebabkan mobilnya menabrak pembatas jalan.
Tomoka pun bangun, menyadari semua yang terjadi hanyalah mimpi. Mimpi yang buruk. Ia menyadari bahwa betapa bahayanya balap jalanan. Takut, ia pun keluar dari klub Star Speeder. Tomoka semakin tertarik dengan drifting, membuatnya ingin menjadi drifter. Ia pun latihan drifting di track berlisensi, menggantikan hobinya dari balap jalanan ke drifting.
Watansoppeng, 19 Oktober 2024
*Penulis adalah Siswa SMPN 1 Watansoppeng Kelas 7.1
