Oleh : Rina Paradhita Azahra
Rasa-rasanya, perilaku jujur dan kebaikan seseorang itu laksana sepasang sepatu, kan?”
Begitulah, kejujuran dan kebaikan tidak bisa dipisahkan karena kedua akhlak ini saling berhubungan satu sama lain.Orang yang berusaha untuk jujur pasti sedang berjuang untuk bisa bersikap baik kepada diri sendiri. Pun demikian dengan keluarga, tetangga, hingga kepada orang lain di masyarakat.
Meski begitu, menjadi seseorang yang berperilaku jujur itu terkadang banyak tantangannya. Kok bisa?
Soalnya, tidak mudah bagi kita untuk terus bersikap lurus hati, tidak berbohong, hingga berkata benar. Dalam hidup, kita harus jujur kepada diri sendiri, kepada orang lain, bahkan kepada Allah.
Kebaikan pula demikian. Bukan hal yang mudah untuk berperilaku sesuai timbangan alias tidak berat di salah satu sisi. Dibutuhkan komitmen dan kesungguhan baik dari hati maupun tindakan.
Satu hal yang pasti, bahwa yang baik itu selamanya akan baik. Kebaikan tidak boleh dicampur oleh keburukan karena keduanya merupakan sikap dan sifat yang berseberangan.
Jujur adalah salah satu akhlak yang terpuji dan dicintai Allah SWT. Janji Allah kepada orang yang berkata jujur adalah ampunan atas segala dosa serta pahala yang besar berupa surga di akhirat.
Maka dari itu, berbuat jujur dan kebaikanlah dalam kehidupan sehari-hari, karena orang-orang yang berperilaku jujur dan baik maka akan di sayang oleh Allah SWT.
Semoga sebagai generasi penerus bangsa, kita senantiasa menjadi anak yang jujur, selalu berbuat baik kepada sesama tanpa memandang bulu, saling mengasihi, dan saling memotivasi untuk menjadi yang terbaik. Mari kita mencontoh akhlak dan teladan dari Nabi Muhammad Saw.
Watansoppeng, 24 Oktober 2022
