Oleh : Zulviani Pawi
Di sebuah desa, ada seorang anak bernama Sinta. Ia seorang anak yatim. Ayahnya meninggal dunia setahun yang lalu. Sebelum ayahnya meninggal, hidupnya sangat bahagia tanpa kekurangan apapun. Tetapi setelah ayahnya meninggal, semuanya menjadi berubah. Ekonomi keluarganya menurun, dan sikap ibunya juga mulai berubah. Hampir setiap hari ia dibentak dan dipukuli oleh ibunya.
Ada suatu saat ibunya sudah lelah menghadapi hidup yang serba kekurangan itu dan memutuskan untuk meninggalkan Sinta seorang diri di desa itu. Ia meninggalkan Sinta saat lagi tidur pulas di kamarnya. Ibunya pergi ke kota untuk mencari penghidupan yang lebih layak. Sebelum meninggalkan rumah, ibunya sempat menulis pesan untuk Sinta. Pesan itu dibaca Sinta pada saat sudah bangun dari tidurnya.
Setelah membaca pesan itu, Sinta merenung dan berpikir bahwa menyusul ibunya mungkin lebih baik. Ia akhirnya memutuskan untuk pergi menyusul ibunya besok pagi. Keesokan harinya, Sinta berangkat ke terminal dengan berbekal uang yang diambil dari celengannya. Tetapi pada saat di dalam bus, ada preman yang memalaknya, dan akhirnya uang yang ada di sakunya habis. Namun Sinta tidak berputus asa, ia tetap melanjutkan perjalanannya ke kota untuk mencari ibunya. Untung saja ia ingat kalau ternyata ada sisa uang di dalam tasnya yang disimpan untuk jaga-jaga.
Sesampainya di kota, Sinta lupa alamat ibunya. Akan tetapi ia tidak menyerah. Ia selalu berusaha mencari-cari ibunya meskipun ia tahu dan paham sifat ibunya yang sudah tidak seperti dulu lagi. Ia terus mencari ibunya sampai ketemu. Akhirnya, setelah mencari beberapa jam, Sinta menemukan ibunya tidak jauh dari terminal di kota itu. Sinta pun tahu dan mengerti arti berusaha dan pantang menyerah, meski banyak cobaan dan rintangan yang kita hadapi. Jangan pernah menyerah, karena ketika kita menyerah, maka kita tidak akan pernah mencapai tujuan yang kita inginkan. Harapan itu selalu ada.
Watansoppeng, 5 Februari 2022
