Karya : Rima Novita Dewanti
Ini bukanlah cerita narasi
Yang ditulis dengan genre fiksi
Melainkan sebuah untaian kata
Yang tersimpul dari sebuah fakta
Perihal fase menuju dewasa
Banyak hal yang terjadi dan ‘tak pernah terduga
Banyak pula antrian mimpi yang belum terwujud karena keadaan
Dan ‘tak jarang dikecewakan oleh kenyataan
Berdirinya saya sendiri, untuk bercerita sebuah perjuangan
Dari secarik mimpi seorang anak petani
Tetesan harapan seorang anak nelayan
Juga perjuangan seorang anak buruh yang ‘tak pernah rapuh
Beban yang terus menikam hampir membuatnya rapuh
Ia berjuang hingga membuat jiwanya letih
Keadaan selalu memaksa ia tersenyum walau hati terus dihantam rasa sedih
Batinnya hanya bisa berbisik lirih
Namun ia ‘tak se tegar yang orang kira
Ia juga bisa menangis dan mengelyh bahwa jiwa raganya letih
Langkahnya hampir saja lumpuh
Tapi tekadnya ‘tak pernah luruh
‘Tak sedikir orang berhasil mematahkan hatinya
Tapi tidak untuk semangatnya
Ia harus berjabat tangan dengan keadaan
Walau seringkali terluka karenanya
Kadang ia merajuk pada takdir dan menggerutu bahwa ini semua tidak adil
Karena orang lain mengejar mimpi disertai dana yang memadai
Namun kenyataan membuatnya buka mata
Bahwa dirinya memiliki doa restu yang ‘tak mereka punya
Ia semakin yakin dan terus berpijak
Walau berdiri diatas bara api yang hampir membakar semua mimpi
Ia berhasil menipu mereka di tengah hujan
Dengan senyum simpul dan air mata yang tersamarkan air hujan
Ia korbankan waktu untuk bercengkrama dengan kawannya itu
Dan kini ia telah mengenal panjangnya malam
Karena sering kali ia terjaga kala orang lain tengah terlelap
Hanya untuk merakit sepasang sayap untuk membawanya menggapai langit
Ia terus berjuang hingga membuat kekasihnya menunggu
Lalu pada akhirnya dia berpaling dan pergi
Hati ‘tak dapat dibohongi, ini memang menyakitkan
Namun tuhan lebih tau mana yang pantas untuk mendampingi atau pergi
Semua telah berlalu dan ia sudah berjalan sangat jauh
Akhirnya ia temukan celah dan titik terang
Kini ia sudah sampai di akhir perjuangan
Dan sudah saatnya ia menikmati semua hasil dari usahanya
Lembang, 17 Desember 2021
