“Bruuukkk!! ”
Burung-burung itu saling bertabrakan, karena matanya tertuju pada sesuatu yang sangat menarik. Bulunya yang cantik dan berwarna itu membuat burung-burung yang beterbangan dan para penghuni hutan kagum melihat keindahannya. “Apakah dia titisan malaikat? Dia begitu indah nan rupawan,” ucap gajah Merak adalah penghuni baru di hutan ini, dia berasal dari hutan sebrang. Karena hutan tersebut kebakaran, dia menyelamatkan dirinya sendiri tanpa memikirkan kawanannya dan penghuni hutan yang lainnya disana. Bahkan saat ini dia ‘tak tahu apakah kawanannya masih hidup atau tidak. Dia ‘tak peduli dengan sekitarnya, dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Kedatangan merak disambut baik oleh penguni hutan, karena penghuni hutan disini sangat ramah dan hangat terhadap sesama.
Di hutan ini hanya ada satu merak, para penghuni hutan baru pertama kalinya melihat seekor merak. Jadi wajar saja jika mereka begitu kagumnya melihat merak. Namun sifat merak sangat bertolak belakang dengan para penghuni hutan disini, merak sangat pandai memutar kata, bahkan merak berbohong kepada seluruh penghuni hutan. Bahwa spesiesnya sudah punah, dan hanya dialah satu-satunya merak di dunia ini.
“Aku kehilangan keluarga, teman dan kerabat karena ulah dan kebodohan manusia, tempat habitatku di rusak oleh mereka,” rintih merak
Seluruh penghuni hutan merasa iba kepada merak, mereka menghibur merak, setiap hari mereka ‘tak hentinya memuji merak. Hal itu membuat sifat asli merak terbongkar, merak yang angkuh dan egois itu mulai terlihat. “Wahh, semakin hari semakin rupawan saja kamu merak,”puji katak terhadap merak
“Tentu saja, di dunia ini hanya aku yang paling indah dan rupawan,”ucapnya sambil lenggak-lenggok dengan angkuh “Merak, izinkan aku untuk mengenalmu atau menjadi sahabatmu,”lontar katak “Apa mengenalku? Sahabat? Jangankan sahabat, sejujurnya mengenalmu bahkan berteman denganmu saja aku ‘tak sudi. Lihatlah dirimu wahai katak, apakah pantas dirimu bersanding dengaku?”tolak merak kepada katak Katak merasa sedih dan sakit hati mendegar ucapan merak.
Namun, katak tidak marah ia membalas penolakan katak dengan senyuman dan sadar diri. “Ya, aku sadar. Mana mungkin speak Katak sepertiku mendapatkan speak Merak yang indah sepertimu. Hahaha lawak sekali aku,”sahut katak
Kemudian angsa datang dan menghibur katak . Angsa sungguh tidak menyangka merak akan bersifat seperti itu. Bukan hanya angsa, seluruh penghuni hutan pun terkejut dengan sikap merak. Semakin hari, merak semakin angkuh dan berulah. Merak selalu mengejek semua hewan dan membandingkan dengan dirinya. Seluruh penghuni hutan begitu kesal dan geram dengan sikap merak. Bahkan merak berani ingin mengambil alih tahta singa sebagai raja hutan. Semua penghuni hutan murka.
Merak menggunakan keindahan fisiknya dan akal bulusnya untuk meminta bantuan kepada macan untuk menggeser posisi singa. Merak menjanjikan posisi yang tinggi dibawahnya kepada para macan, dan berjanji jika merak menjadi raja hutan para spesies macan tiap ingin makan hewan apapun akan merak berikan. Hingga macan terlena dan bersedia membantu merak. “Kami tidak akan pernah membiarkanmu bertahta disini,” teriak harimau dan para hewan lainnya. “Kalian semua bodoh!masih mau saja dipimpin oleh singa. Harusnya kalian ingin memiliki pemimpin yang tampan dan rupawan sepertiku,”tegas merak “Hey somse, apa kamu mampu melindungi kami semua? Apa hanya keindahan tampang saja mampu memimipin kami dengan bijaksana?” Protes tupai
Namun karena spesien macan begitu banyak, para penghuni hutan sedikit gentar menghadapi merak. Akhirnya merak berhasil menjadi raja hutan menggeser singa. Semua penghuni hutan bergantian siang malan untuk melayani merak, seperti memijatnya, mengipasinya, dan memberikan juga mencarikan makanan untuk merak dan para pengikitnya yaitu macan. Mereka sudah tidak tahan lagi, apalagi ada berita jika macan menagih janjinya kepada merak bahwa merak akan memberikan hewan apapun untuk dimakannya. Dan macan meminta singa untum dijadikan santapan. Mendengar hal itu penghuni hutan berfikir bagaimana menyelamatkan singa dan melengserkan merak dari tahtanya. Sementara singa disembunyikan di sebuah goa yang tidak diketahui merak maupun para macan.
Mereka gagal menemukan singa, hingga akhirnya merak memanfaatkan katak untuk menemukan singa. Karena merak tau jika katak menyukainya, dan pasti akan melakukan apapun untuknya. Lalu katak dipanggil menghadap kepada merak. Merak menyambut katak dengan hangat dan ramah, sontak katak sangat senang. “Bisa kita berbicara hanya empat mata?” Tanya merak “Tentu saja,” jawab katak Mereka berbincang dan kali ini merak sangat ramah karena ada maksud tertentu. Merak berusaha membujuk katak agar memberitahu dimana singa berada. Awalnya katak enggan untuk memberitahu, namun merak ‘tak habis akal. Dia mengiming-imingi jika katak memberitahunya dimana singa, merak akan menikahi katak dan menjadikannya sebagai ratu.
Duarrrr!! Rasanya bagai disambar petir, katak begitu kaget mendengar ungkapan merak. Karena cinta telah membodohi dan membutakan katak. Tanpa fikir panjang katak langsung menyetujui kesepatakan itu. Katak menunjukan dimana singa berada, dan akhirnya singa menjadi tawanan merak dan para macan. Semua penghuni hutan bersedih karena tidak bisa balas budi kepada singa untuk melindunginya. Mereka pun mengetahui ini ulah katak, mereka amat marah dan kecewa lepada katak, karena kataklah singa menjadi tawanan merak dan para macan. “Aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri. Aku tidak akan menyianyiakan kesempatan ini,” jelas katak “Dasar dongo!! Kamu tidak ingat saat merak menghinamu dan menolakmu mentah-mentah?” Tanya angsa kesal. Mereka ‘tak tinggal diam, sang kancil si cerdik mulai berfikir dan menyusun rencana. Kancil mengumpulkan penguhuni hutan untuk mencari jalan keluar untuk masalah ini. Kemudian, kancil menemui merak dan membuat permintaan ,” wahai merak yang agung dan rupawan. Bolehkah aku meminta sesuatu padamu, dan kau harus menyetujuinya. Kan kamu seorang raja yang tampan,” kancil merayu merak. Karena kancil tau jika merak dipuji dia akan mengabulkan permintaanya. “Tentu saja aku tampan. Katakan apa yang kamu mau dan aku akan berjanju akan mengabulkannya,” “Berhubung kamu sudah berjanji. Aku meminta agar singa bisa dibebaskan,dan kamh segera lengser dari tahta ini “pinta kancil.
Merak kaget dan tidak menyetujui itu. Namun karena merak sudah terikat janji, dia mengambil jalan licik agar permintaan kancil tidak dapat dipenuhi. “Baiklah, asalkan kamu mencari hewan yang lebih tampan dan rupawan dariku. Aku akan mengabulka permintaanmu, aku memberimu waktu 3 hari. Jika gagal, aku akan tetap menjadi raja, dan singa akan menjadi makanan budakku,” jelas merak pada kancil.
Dengan berani, kancil menyetujuinya. Semua hewan panik karena dimana harus mencari hewan yang lebih tampan dari merak, karena mereka mengakui bahwa merak lebih tampan dan rupawan dari mereka. Kancil ‘tak gentar dan dia akan pergi entah kemana. “Kalian tenang saja,aku akan kembali lagi sebelum 3 hari dari sekarang,” ucap sang kancil Di dalam kurungan, singa terlihat pasrah dan putus asa dengan keadaan.
Keesokan harinya merak mengumumkan jika dalam 3 hari kancil tidak kembali atau gagal membawa hewan itu. Maka mereka harus menyakisikan singa dilahap oleh para macan. Tiga hari sudah berlalu, semuanya sangat sedih dan pasrah karena kancil ‘tak kunjung kembali. Singa sudah diluar kandang, dan siap untuk di makan oleh para macan. “Tungguu!!!” Di detik-detik terakhir kancil datang bersama seekor merak, namun merak itu berbeda. Ia lebih indah dan elegan, dia adalah merak albino. Warna bulunya yang putih bersih membuatnya bersinar ketika terkena sinar matahari. Merak sungguh ‘tak menyangka jika ada seekor merak albino. Karena mereka semua termasuk merak baru melihat merak albino. Namun kancil menjelaskan bahwa ia adalah temannya. ‘Tak hanya itu, keluarga, kerabat dan temannya merak datang. Semua hewan kaget karena menurut pengakuan merak, semua keluarga, kerabat dan temannya sudah mati. Merak merasa malu dan menyadari semua kesalahannya. Dan ia menyadari satu hal, jika diatas langit masih ada langit. Merak pun membebaskan singa juga mengembalikan kembali tahtanya. Juga meminta maaf kepada macan karena tidak bisa menepati janjinya. Macan memaafkan merak, karena melihat spesies merak lebih banyak darinya. Merak juga meminta maaf kepada seluruh penghuni hutan atas sikapnya yang membuat mereka tidak nyaman. Juga meminta maaf kepada kawanannya karena ia egois, dan mementingkan dirinya sendiri. Suasana indah tercipta dimana mereka saling memaafkan, “Lalu bagaimana dengan pernikahan kita?” Tanya katak “Maaf aku tidak bisa melalukannya. Namun, kita masih bisa menjadi sahabat,” merak memberikan pengertian kepada katak. Seluruh penghuni hutan hidup bersama dan tumbuh bersama, mereka hidup damai dan saling berdampingan.
