Oleh: Firda Sudirman

Saya adalah orang yang sering takut gagal sebelum mencoba sesuatu. Dari SD, saya sebenarnya ingin sekali mengikuti lomba-lomba yang diadakan di luar sekolah. Tapi, setiap ada kesempatan, saya selalu mundur karena takut gagal dan merasa belum cukup berani untuk mencobanya.

Sampai akhirnya, saat kelas 11 SMA semester 2, untuk pertama kalinya saya diajak oleh guru saya mengikuti lomba PRISMA 26 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Makassar. Awalnya saya masih ragu, antara mau ikut atau tidak. Saya terus berpikir apakah saya mampu atau tidak. Tapi setelah memikirkannya cukup lama, akhirnya saya memberanikan diri untuk ikut. Saya berpikir, kalah menang itu urusan belakangan, yang penting saya sudah berani mencoba.

Ternyata, saya berhasil mendapatkan juara 1 tingkat rayon Soppeng. Dari situ, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti langsung lomba di Universitas Muhammadiyah Makassar. Saya pun berhasil lolos dengan urutan ke-35. Walaupun langkah saya hanya sampai di situ, saya tetap bangga dengan diri sendiri. Karena akhirnya, saya bisa melakukan sesuatu yang selama ini hanya saya inginkan tetapi tidak pernah berani saya coba.

Setelah mengikuti lomba pertama itu, ternyata saya malah jadi semakin semangat untuk mengikuti lomba-lomba lainnya yang diadakan oleh universitas.

Saya pernah mengikuti lomba cerdas cermat kesehatan di Universitas Puangrimaggalatung dan berhasil mendapatkan juara 3. Saya juga mengikuti lomba Aritmatika yang diadakan oleh UIN Alauddin Makassar, tetapi kali ini saya belum berhasil mendapatkan juara. Meskipun begitu, saya tidak berhenti sampai di situ saja.

Saya kembali mencoba mengikuti lomba Geometri yang diadakan oleh Universitas Negeri Makassar. Alhamdulillah, saya berhasil lolos dari tahap rayon Soppeng dan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti lomba secara langsung di Universitas Negeri Makassar. Bahkan, saya berhasil masuk ke dalam top 10 dan bersaing dengan peserta dari sekolah-sekolah unggulan.

Jujur, saya bangga sekali dengan pencapaian itu. Bukan hanya karena berhasil masuk top 10, tetapi karena saya ingat bagaimana diri saya yang dulu. Saya yang bahkan takut untuk mengikuti lomba, sekarang bisa berdiri dan bersaing dengan orang-orang hebat. Ternyata, saya juga bisa melakukannya.

Dari semua pengalaman itu, saya mendapatkan banyak hal. Saya bisa bertemu dan berteman dengan orang-orang dari luar daerah, mendapatkan pengalaman baru, serta mengenal kakak-kakak yang mau berbagi ilmu dengan saya. Saya sadar bahwa mengikuti lomba bukan hanya tentang menang atau mendapatkan juara, tetapi juga tentang pengalaman dan keberanian untuk mencoba hal-hal baru.

Kalau dipikir-pikir, saya sebenarnya menyesal. Kenapa dulu saya tidak mencoba dari awal? Kenapa saya baru memberanikan diri ketika sudah kelas 11 dan sebentar lagi akan lulus SMA? Padahal, mungkin saja kalau dari dulu saya berani mencoba, akan ada lebih banyak pengalaman yang bisa saya dapatkan.

Tapi, saya juga bersyukur karena akhirnya saya bisa melawan rasa takut itu. Sekarang saya sadar bahwa terkadang kita terlalu takut pada sesuatu yang bahkan belum pernah kita coba. Kita sudah berpikir akan gagal, tidak mampu, atau kalah, padahal kita sendiri belum tahu bagaimana hasilnya kalau kita benar-benar mencoba.

Nah, dari pengalaman saya ini, saya ingin mengajak adik-adik yang masih punya perjalanan panjang di bangku sekolah untuk berani mencoba. Kalau ada kesempatan mengikuti lomba, cobalah ikut. Jangan langsung mundur hanya karena takut kalah atau takut gagal. Kita tidak harus selalu menang untuk bisa mendapatkan sesuatu yang berharga dari sebuah pengalaman.

Karena menurut saya, keberanian untuk mencoba itu juga merupakan sebuah kemenangan. Setidaknya, kita sudah memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk berkembang dan mengetahui kemampuan yang kita miliki.

Saya pernah mendengar sebuah kalimat yang dikaitkan dengan B. J. Habibie, yaitu, ‘Jangan takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses belajar.’

Dari pengalaman saya sendiri, saya belajar bahwa kita tidak akan pernah tahu seberapa jauh kita bisa melangkah kalau kita terus memilih untuk mundur sebelum mencoba.

Jadi, jangan sampai rasa takut membuat kita kehilangan kesempatan. Berani mencoba bukan berarti kita pasti menang, tetapi dengan mencoba, kita bisa belajar, berkembang, dan menemukan kemampuan yang mungkin selama ini belum kita sadari.

(Visited 37 times, 3 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *