Oleh: A.Nurrezkyani Pelangi

Hari ini adalah hari kelulusan angkatanku. Semua orang menangis tersedu-sedu karena perpisahan. Perpisahan yang tidak pernah mereka harapkan itu kini sudah berada di depan mata. Katanya, perpisahan adalah salah satu hal paling menyedihkan dalam hidup.

Namun, bagiku, perpisahan justru menjadi hal yang sangat aku nantikan. Aku dikenal sebagai sosok yang pendiam, tak kunjung memiliki teman, dan sangat ceroboh. Karena itulah orang-orang sering memandangku sebelah mata.

Di saat semua orang datang lalu pergi, kamu hadir dan tetap menemaniku. Kamu bagai rembulan di antara aksara Nakshatra. Dalam ragamu, ilmu tampak seperti puisi, dan ambisi terasa begitu lembut. Kamu seperti semesta kecil yang berputar di balik pandanganmu: luas, indah, dan menuntun. Kamu juga seperti samudera yang menggenang di kedalaman isi kepalamu tahu caranya tetap tenang meski bergemuruh di dalamnya.

Maka, biarlah rasaku tumbuh sederhana saja. Sebab warna, kilau, dan cahayamu telah membuatku merasa utuh dan menemukan hangatnya rumah.

Watansoppeng,19 September 2026

(Visited 6 times, 6 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *