Oleh: Isabella

Tidak terasa ya, Dek, kamu sudah pergi selama lebih dari satu tahun. Padahal, kakak masih merasa kamu ada di dekat kakak. Bahkan, kakak tidak bisa melupakan wajahmu dan suaramu.

Kakak masih memikirkan ucapan kakak waktu kamu mau masuk rumah sakit. Kakak sudah janji akan mengajak kamu jalan-jalan kalau kamu sudah sembuh dan keluar dari rumah sakit. Tetapi, kenyataan menampar kakak keesokan harinya, tepatnya pukul 12 siang, saat kabar itu datang dan mengatakan bahwa kamu telah meninggal.

Padahal, baru kemarin malam kita bertemu, berbicara, dan tertawa bersama, tetapi sekarang kamu sudah tidak ada.

Kakak sudah membayangkan wajahmu ketika dewasa, tetapi tumbuh dewasa saja kamu tidak sempat.

Orang-orang saja tidak menyangka kalau kamu sudah pergi, apalagi kakak yang sudah merawatmu dari kecil hingga umur empat tahun lebih. Kakak masih ingat ketika kamu kecil, kamu selalu ikut kakak. Saat makan pun kakak yang menyuapimu, mandi pun kakak yang memandikanmu, bahkan mengganti popok dan membuatkan susu, kakak yang melakukan semua itu.

Padahal, kamu sudah mau masuk TK saat umur lima tahun, tetapi belum sempat.

Mungkin sampai kapan pun kakak tidak akan bisa melupakan semua kenangan kita, wajahmu, suaramu, dan semua yang pernah kita lewati bersama.

Semoga kamu tetap mengingat kakak sebagai tempat terbaik selama kamu hidup, ya Dek.

Kamu adalah rumah terindah yang kakak punya semasa hidupmu, Dek.

Tenang di sana ya, Dek. Tunggu kakak datang kalau sudah waktunya.

(Visited 4 times, 4 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *