Oleh: A. Revan
Anak lelaki yang baru berumur 14 tahun ini memiliki tubuh yang tinggi dan berambut lurus, namun dia memiliki sifat pendiam dan juga tidak lupa ia sangat dingin sebut saja namanya Akhi.
P. S. P dia anak perempuan yang masih berumur 13 tahun. Ia memiliki wajah yang cantik, cerewet, keras kepala. Namun dia sangat baik. Ia memiliki sahabat bernama N.V.A yang memiliki poster tubuh seperti anak kecil. Kecil kali, tapi lucu sih! Dia juga bawel. Dia juga seperti aku yang susah melupakan masa lalu.
Dia adalah seorang perempuan yang aku temui di penghujung 2024 dan berpisah di pertengahan 2024. Cukup singkat tapi memiliki kenangan seperti Dilan dan Milea. Aku mengenalnya di dunia semu yang aku tak tau akankah menjadi nyata atau hanya khayalan belaka. Ia berhasil menumbuhkan sayap yang telah lama putus ini dan kembali terbang tinggi dengan caranya sendiri dan mengajarkanku apa itu arti cinta.
Dia perempuan yang sifatnya tak kutemui di sosok perempuan lainnya. Namun, dia hanya singgah dan memilih pergi tanpa peduli bagaimana perasaanku. Ingin sekali rasanya untuk menjadikan ia rumah, tetapi aku sadar bahwa itu sebuah ketidak mungkinan.
Aku tak bisa mengelak bahwa aku tak mencintaimu, namun disisi lain aku membencimu. Tapi kenapa? Kenapa rasa benciku tak mampu menghilangkan rasa sukaku padamu. KENAPA?!(5 April)
Aku tak pernah melarangmu untuk pergi. Namun setidaknya jika kau pergi, tolong kembalikan terlebih dahulu hatiku yang telahku titipkan padamu. Tolong kembalikan hatiku agar aku tak semenyedihkan ini.(7 April)
Dalam benakku selalu bertanya “Apa yang ku rasa saat ini? Sebuah rasa cinta atau apa?”. Perasaanku terlalu kelabu untukku mengerti. Namun yang pasti, rasa ini berlabuh padamu yang takku ketahui bahwa kau nyata atau sekedar fana.(9april)
Tapi keberuntungan telah hadir di hidupku walaupun itu hanya sesaat, di tgl yang penuh bahagia, ya…tepat dimana semua orang merayakan idul fitri ya disitulah kami memiliki hubungan yang sangat indah.
Aku juga sering berkhayal menikah dengannya, jalan bareng, tidur bareng, makan bareng, bahkan hal gila lainnya seperti menggendong bayi darah dagingku. Hahaha…,
Aku bahagia dia telah kumiliki, tapi kenapa dia berubah? Aku tak tahu hal apa yang merubahnya? Apa aku salah? Aku selalu meminta maaf padanya dan selalu berusaha sempurna di hadapannya (20 Mei).
Sekian lama aku berhenti menceritakan kisah ini ,akhirnya aku kembali lagi. Ia sudah cukup jauh dari diriku, dia sudah bukan P.S.P yang kukenal. Mungkin! ada sosok lelaki lain yang lebih sempurna dariku. Aku harap lelaki itu tak sama denganku yang selalu mengusik dan mengemis perhatian dengan dirinya dan aku harap lelaki itu dapat jauh lebih membahagiakannya(1 Juni).
Ha?…Rasanya hancur sekali mata tidak menangis tapi kenapa di hati ini seperti mengalir air deras sekali ditambah lagi ada sosok bernama Z. dan A. yang menyukai dia rasanya hancur dan kecewa tapi aku harus berbuat apa lagi?Aku berpasrah dan menunggu takdir tiba! (5 Juni)
Aku ingin mundur tapi aku masih menyayanginya dan aku tidak mau menyakitinya apa lagi setelah kemarin adalah 2 bulan ya 2 bulan tapi aku tau dia perempuan yang kuat sekali. Namun dia juga seperti mengusirku secara perlahan. Aku juga suka dirinya yang tidak ingin memutuskan duluan. Dia akan berhenti hingga lelaki itu yang memutuskannya. Aku suka dirinya!! (11 juni)
Namun, Itu hanya sesaat. Ia seperti obat namun dia juga seperti racun (14 juni).
19 Juni 2024, tanganku bergetar, mata tak kuasa, jari jemari berhenti melukis setelah itu semua terjadi. Aku harus berbuat apa? Sudah tidak ada lagi cela cahaya itu. Sayapku telah putus kembali. Namun ini mungkin kesalahanku sendiri. Sudah cukup saatnya untuk meletakkan buku dan pulpen ini dan kembali merenung dengan kesakitan. Sekarang cerita itu telah berakhir dan mungkin aku akan selalu mengenang masa itu ini. Saatnya kututup kembali sekian lembar ini
Aku dan dirinya merupakan secuil kisah singkat yang melekat, bukan takdir melainkan sekedar hadir, dan bukan komitmen namun sekadar momen.(20juni)
Shit! Aku rindu kamu!
Aku bukan gamon yah author, cuman… Ihh jadi malu deh.
Aku berhasil terbiasa tanpanya, tetapi aku gagal melupakannya. Aku telah berusaha untuk lupa. Namun, semesta selalu punya cara untuk membuatku mengingatnya secara tiba-tiba.(21 juni)
Tentang rindu yang tak terbalas
Tentang dua insan yang merangkai kisah Kisah yang berujung perih
Kesunyian malam mencengkam
Memeluk kerinduan yang terpendam
Ingin melampiaskan
Namun rasa ini tertahan
Semesta bertindak semaunya
Melukai hati rapuh ini
Menuai luka tak berdarah
Aku merindukannya, tak tau sampai kapan rasa ini
Kejora…
Satu pintaku padamu
Sampaikanlah rasa rinduku ini untuknya
Walau dia tak merasakan hal yang sama(24.34)
Virtual itu sangat menyebalkan bagiku yang sudah terlanjur mencintainya. Dia nyata dan sungguh adanya.Namun, kita yang virtual pasti akan kalah dengan yang dekat. Tetapi, kita dipertemukan secara virtual dan kecil kemungkinan kita dipertemukan secara nyata.
Dia datang di hidupku, merubahnya yang awalnya kelabu menjadi lebih berwarna. Tetapi itu hanya sesaat. Jika dia pergi dari hidupku, aku akan berusaha mengikhlaskannya. Karena jika memang aku benar rumah baginya, sejauh apa pun dia pergi, pasti dia akan kembali bukan? Lagi pula aku dan dirinya hanya sebatas virtual. Biasanya hubungan virtual itu seperti angan- angan belaka. Berharap bisa bersatu tetapi kenyataannya mustahil.(03.45)
Malam ini aku kembali melayangkan suatu harap. Terdapat tanda tanya besar di benakku mengenai harap yang aku layangkan.
“Apakah harapanku kembali mengecewakan diriku kembali? Atau justru menumbuhkan rasa percayaku yang sudah runtuh?”Aku selalu mengandai-andai. Andai waktu bisa diulang, mungkin aku akan menghindari waktu perkenalan kita. Namun, aku percaya di dunia ini tak ada suatu kebetulan. Di dunia ini hanya ada takdir yang membawa kita di titik pertemuan dan juga perpisahan. Hati kecilku selalu meneriakkan rasa syukur karena bisa mengenalmu. Kau telah mengajarkanku banyak makna kehidupan. Terima kasih untuk semuanya(22 Juni)
Sekian dari novel yang pahit ini akhirnya aku bisa melupakannya dan bebas walau itu tidak nyata. Namun, aku yakin waktu bisa melupakan dirinya dari pikiranku. Aku juga perlu mengobati luka ini dengan sendiri tanpa bantuan siapa pun, dan akhirnya kebiasaan asliku kembali(00.25)
Lelaki itu bernama Akhi. Astaga, tidak nama aslinya A.R.F.A.R.T masuk ke kamar setelah meminum secangkir susu panas lalu melangkahkan kakinya ke satu tangga ke tangga lainnya dan membuat buku diarinya.
-Pelangi itu telah hilang, yang ada sekarang hanyalah awan hitam. Aku tidak tau kapan pelangi itu akan datang. Aku hanya berharap semoga hari-hariku tidak selamanya ditemani oleh awan hitam dan sekarang kisahku seperti Dilan penuh dengan rindu yang tak terbalaskan. (02.25)
