Katanya akan selalu ada pelangi sehabis hujan,
Padahal tak melulu demikian.
Dewasa ini, orang marak angkat bicara perkara mencari arti hidup. Muda mudi tersengal-sengal Kesulitan menghirup udara segar, seakan telah lanjut usia padahal baru saja memasuki epilog fase remaja
Para pujangga mati-matian berusaha meromantisasi hal-hal kecil di keseharian, mungkin hendak meluncur memaknai kehadiran manusia di muka bumi,
meminimalisir kemungkinan hidup terlanjur jadi redup.
Entahlah makna seperti apa yang hendak dicari-cari
Sastrawati berkontradiksi mengenai fiksi,
Mengulik berbagai lapisan polemik
Menyulapnya menjadi goresan tinta yang ciamik
Kadang kala orang-orang menjelma penakut,
Seakan menitikberatkan logika dalam pemecahan masalah kemudian acuh tak acuh dengan hati nurani mereka padahal keduanya sewajarnya saling bertaut
Akan sukar mendefinisikan kata per kata dan makna per makna, dari tiap-tiap suara, teriakan, dan gema yang begitu rumit. Dari berbagai penjuru dan seluruh isi kepala yang bergemuruh riuh.
Tetapi tidak, tidak sepatutnya berlindung di balik tameng kesukaran itu, tetaplah berkelana dan jadilah bermakna.
— 23 Juli 2023
*Penulis adalah Siswi SMAN 8 Soppeng
