Oleh: Andi Annisa*
Aku tau kau hancur karenanya. Aku tau kau trauma karenanya, dan aku juga tau lukamu tidak akan mudah untuk disembuhkan. Tapi satu yang harus kau tau, aku di sini untukmu! Hanya untukmu! Percayalah, aku akan selalu ada untukmu, dan aku juga akan selalu siap membantu dalam keadaan apa pun. Kau sangatlah penting bagiku. Kau lebih dari segalanya di hidupku.
Sedihmu adalah tangisku, tawamu adalah bahagia untukku. Aku selalu ingin menjadi orang pertama yang menyembuhkan lukamu. Tapi mengapa kau tak pernah sekali pun melihat perjuanganku? Mengapa sangat sulit bagi dirimu untuk menyadari bahwa aku sangat cinta padamu, dan aku juga sangat menyayangimu. Semua pengorbananku hanya tertuju padamu. Tetapi kau selalu terpenjara akan bayang-bayangnya. Seseorang yang jelas-jelas telah memberikan luka yang begitu dalam, serta trauma akan cinta yang sangat besar di dalam hidupmu.
Sampai suatu ketika aku tersadar, bahwa aku bukanlah orang yang kau inginkan. Aku hanyalah orang asing yang sangat ingin merasakan cinta dan kasih sayangmu. Namun sayangnya, kau masih belum sepenuhnya selesai dengan masa lalu dan tidak ada sedikit pun tempat untukku di hatimu. Aku tidak akan pernah membencimu, sampai kapan pun tak akan pernah dan aku juga tidak menyesal karena telah mengenalmu begitu dalam. Tapi aku menyesal terhadap perasaanku padamu. Memang seharusnya dari awal aku tidak menaruh perasaan apa pun padamu. Kau berhasil membuatku merasakan jatuh cinta yang begitu dalam, dan kau juga yang berhasil memberi luka yang begitu dalam di hidupku. Selamat tinggal, aku pergi.
*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 8.2
