Oleh: Kesya Dwiayundah*
For Palestine, a country that is sad and covered in sorrow
A country that once couldn’t even fly its own flag
A country that was massacred, colonized, devastated, which caused the death of people in Gaza and in other cities
Untuk Palestina, negara yang pilu dan diselimuti oleh kesedihan
Negara yang dahulu bahkan tidak dapat mengibarkan bendera mereka sendiri
Negara yang dibantai, dijajah, di luluhlantakkan, yang menyebabkan kematian orang-orang di Gaza dan di kota-kota lainnya
Rumah-rumah dan bangunan yang hancur akibat berbagai serangan dari kubu lawan.
Rudal demi rudal telah ditembakkan ke Palestina dan menghancurkan tempat perlindungan rakyat Palestina di sana
Puing-puing bangunan yang hancur menimpa mereka, lebih dari 32.000 orang terluka dan sekarat
Lebih dari 9.000 orang yang meninggal di tanah itu, 3.000 anak anak yang seharusnya bahagia menikmati masa tumbuh kembang mereka
Terbunuh karena serangan serangan brutal dari lawan yang membunuh mereka sedikit demi sedikit
Tahun ajaran 2023/2024 di Gaza di nyatakan berakhir karena seluruh siswa telah terbunuh
Mereka yang selalu tersenyum meskipun kondisi negara mereka sedang tidak baik-baik saja selalu tersenyum meski melihat keluarga mereka terbunuh
Terus berusaha melawan namun usaha mereka nihil
Palestina sudah nyaris hancur dan terpecah belah
kita hanya bisa berharap dan berdoa untuk mereka agar cahaya kemerdekaan bisa menyinari kembali Palestina.
*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 7.1,
