Oleh: Rifatul Khairiyah*
Sesuai judul, sembilan bulan ibu merakit tubuhku, maka tak pantas aku tumbang hanya karena mulut seseorang. Aku rela tidak bicara agar tidak menjadi masalah.Tetapi apa? Sampai saat ini aku masih saja dijahati, dimanfaatkan, diinjak-injak, dipandang sebelah mata, dan bahkan menyepelekan kesedihan seseorang.
Setiap orang pasti pernah merasakan ingin menyerah saja, tetapi aku berpikir jika aku menyerah, aku diam saja, memangnya bisa membahagiakan orang lain? Tentunya tidak. Salah satu keinginanku adalah membahagiakan orang. Aku sangat senang melihat orang-orang bahagia dengan hal-hal positif. Banyak yang senang jika melihat orang direndahkan oleh seseorang. Apakah dia mengira bahwa jika dia merendahkan orang itu keren? Apakah mengira dirinya hebat jika merendahkan orang? Tentunya tidak. Tetapi mengapa dia tetap melakukannya kepadaku?.
Mau sesulit apa pun keadaan kita tidak boleh menyerah. Ingat, jika merendahkan seseorang itu tidak membuatmu keren atau pun hebat.
*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 7.1
