Oleh: Amara Nasifa*
Apakah kalian pernah melihat seorang remaja yang dengan sengaja melukai bahkan merusak dirinya sendiri? Yah, pemandangan seperti itu sudah banyak sekali ditemui khususnya di kalangan para remaja. Keadaan seperti ini dikenal sebagai self injury, yaitu perilaku menyakiti dan melukai diri sendiri dengan sengaja. Nah, yuk kita simak bersama mengenai self injury, penyebab, ciri-ciri, dan cara mencegah atau menanganinya.
Self injury atau sering disebut dengan istilah NNSI atau Non-suicidal Self-injury adalah melukai dan mencederai diri sendiri dengan cara disengaja, memiliki maksud tertentu, dan tidak dapat diterima secara sosial tanpa niat bunuh diri. Tindakan ini merupakan salah satu bentuk gangguan perilaku yang berkaitan dengan sejumlah penyakit kejiwaan dan gangguan mental.
Self injury dapat berupa tindakan melukai tubuh dengan benda tajam atau benda tumpul, seperti menyayat atau membakar kulit, memukul tembok, membenturkan kepala, menggigit diri sendiri, dan mencabut rambut. Pelaku self injury juga dapat dengan sengaja menelan sesuatu yang berbahaya, seperti cairan deterjen atau obat nyamuk cair, bahkan meminum racun yang membahayakan kesehatan tubuh.
Self injury kerap dilakukan untuk melampiaskan masalah, mengatasi emosi berlebih, dan mengalihkan perhatian. Berbagai alasan seseorang melukai diri sendiri. Contohnya adanya masalah sosial, yaitu terjadi pada orang yang mengalami kesulitan hidup, dan masalah sosial maupun keluarga, misalnya menjadi korban bully atau mengalami tekanan dari orang-orang sekitar. Hal ini jelas dapat memicu perilaku menyakiti diri sendiri.
Gangguan mental dari beberapa penyakit seperti depresi, stres, dan gangguan kepribadian menjadi alasan bagi pelaku self injury. Trauma psikologis, misalnya kehilangan orang yang disayangi dan menjadi korban kekerasan membuat seseorang merasa hampa, mati rasa, dan rendah diri. Penderita akan menganggap dengan menyakiti diri bisa mengingatkan dirinya bahwa ia masih hidup dan merasakan sesuatu seperti orang normal lainnya.
Ciri-ciri pelaku self-injury yaitu memiliki sejumlah luka di tubuhnya, seperti luka sayat di pergelangan tangan atau luka bakar di bagian tubuh. Memperlihatkan gejala depresi, seperti sedih, menangis, dan tidak memiliki motivasi hidup. Merasa tidak percaya diri dan menutupi seluruh tubuh untuk menyembunyikan lukanya.
Penanganan self injury yaitu pelaku perlu mendapatkan perawatan khusus dari ahli kejiwaan, baik psikolog maupun psikiater. Selain itu ada beberapa penanganan pada pelaku self injury yaitu perawatan medis, penderita, yang mengalami luka atau masalah kesehatan lain perlu mendapat perawatan medis, seperti pemberian obat-obatan dan rawat inap.
Ketika muncul pikiran ingin melukai diri sendiri sebaiknya lakukan hal-hal seperti merobek kertas, meremas es batu, makan sesuatu dengan mindful, mencoret-coret kulit dengan menggunakan spidol merah, mengoleskan lotion/balsem di bagian tubuh, dan coba letakkan tangan di dada dan rasakan napasmu. Mencari dukungan sosial dari keluarga atau teman, melakukan hal positif, dan menerapkan pola hidup sehat merupakan cara yang paling ampuh untuk mencegah self injury.
Maka untuk itu kita harus menyayangi diri sendiri. Jika ada masalah sebaiknya diselesaikan dengan bijak tanpa harus menyakiti diri sendiri. Jika memiliki keluhan kita dapat bercerita pada orang-orang terdekat.
Jangan pernah merasa sendiri, lihat di sekeliling kita begitu banyak orang yang menyayangi dan peduli terhadap diri kita. Love your self!!
*Siswi SMPN 2 Lilirilau
