“Jika bersamamu adalah luka lantas mengapa kepergianmu tidak membuatku bahagia?” Mungkin ini adalah sebuah pertanyaan yang selalu tertanam dalam benakku.

Benar kata orang bahwa ketika engkau jatuh cinta maka bersiaplah untuk terluka karena semakin besar rasa cinta kita maka semakin besar kita akan terluka.

Lantas bagaimana caraku untuk bisa mengontrol rasa ini untukmu yang begitu besar? Bukan inginku memcintaimu dalam diam dan senyap. Memendam semuanya seorang diri dan terluka melihatmu dengan yang lain. Aku tak pernah menyalahkan cinta dan kepada siapa hati ini tertaut karena dia tumbuh tanpa paksaan dan murni dari hati ingin mencintaimu.

Setelah sekian lama aku memendamnya hingga aku memiliki keberanian untuk mengutarakannya di hadapanmu. Cintaku tak pernah memaksa untuk dibalas karena aku tahu itu tidak mungkin. Aku hanya ingin melepaskan rasa sesak di hati ini yang telah aku pendam begitu lama. Rasanya begitu melegakan. Hingga akhirnya aku bisa menerima takdirku yang tak akan bisa bersamamu.

Ketika rasa ini telah memudar sedikit demi sedikit dan berusaha mengikhlaskanmu, engkau kembali memberikan secercah harapan padaku. Memberikanku perhatian-perhatian kecil yang membuat rasa ini semakin bertumbuh dan berkembang hingga tak bisa terbendung lagi. Dan betapa bodohnya aku yang telah dibutakan oleh cinta hingga aku tertipu olehmu. Kamu memintaku untuk berjuang, memperjuangkan rasaku untukmu, mengorbankan segalanya untukmu dan pada akhirnya hanya aku yang terluka. Tak pernah sedikit pun penghargaan atas perjuanganku darimu yang hanya kamu anggap remeh. Kamu menjadikanku pelarian dari rasa sakit hatimu. Memanfaatkan cintaku yang tulus. Kau hancurkan segala harapanku hingga tak tersisa.

Di keterpurukanku, aku menjauh darimu, melupakan semua tentangmu, menyembuhkan luka hatiku dan mengumpulkan keping-kepingan harapanku yang telah hancur dengan satu tekad agar aku bisa bahagia. Lantas mengapa semua terasa sulit dan semakin aku terluka. Semakin aku berusaha melupakanmu, menjauh darimu, semakin aku tersiksa dan terluka. Aku mencintai tapi terluka.

Aku tidak akan menyerah dan tidak akan membuatku untuk kembali kepadamu yang tak pernah menghargaiku.

Stay strong no matter what in the end.

(Visited 104 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *