Oleh: Afham Batara Tungke*

Pada hari Kamis, 14 Agustus, saya mengikuti kegiatan BermuTara 80 sebagai salah satu panitia.
Dalam acara tersebut saya dipercaya menjadi koordinator divisi perlengkapan. Tugas ini tentu
tidak mudah, karena saya harus memastikan semua kebutuhan perlengkapan tersedia dan
digunakan dengan baik. Beberapa hari sebelum acara dimulai, saya bersama anggota divisi
perlengkapan bekerja keras mempersiapkan semua keperluan. Kami juga bekerja sama dengan
divisi dekorasi untuk menghias lokasi dan menyiapkan bahan-bahan agar acara berjalan meriah.

Ketika hari-H tiba, suasana cukup ramai dan penuh tantangan. Saya sempat kewalahan karena
harus menjaga siswa-siswa nakal yang mencoba bolos. Selain itu, pada saat lomba balap sarung
berlangsung, kami sebagai panitia merasa kecewa. Banyak peserta yang protes terjadi
kecurangan sehingga perlombaan terpaksa diulang berkali-kali. Itu karena banyaknya peserta lomba yang tidak memahami peraturan lomba sehingga membuat jalannya lomba sedikit terganggu dan menambah beban panitia.

Namun, tidak semua perlombaan menimbulkan masalah. Pada lomba untuk guru dan lomba balap
karung, suasana jauh lebih aman dan tertib. Para peserta tampak antusias, penonton juga
terhibur, dan perlombaan berjalan lancar tanpa banyak kendala. Hal ini sedikit mengurangi rasa
lelah kami sebagai panitia, karena melihat ada momen yang benar-benar menyenangkan dan berhasil.

Meskipun ada rasa lelah dan beberapa kekecewaan, pengalaman menjadi panitia BermuTara 80
memberikan banyak pelajaran berharga. Saya belajar arti kerja sama, kesabaran, dan tanggung
jawab. Saya juga merasa bangga karena bisa ikut andil dalam mensukseskan acara besar di sekolah, meskipun penuh rintangan.

Watansoppeng, 27 Agustus 2025

*Penulis adalah Siswa SMPN 1 Watansoppeng Kelas 8.5

(Visited 11 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *