Oleh: Rifatul Khairiyah*
Pada saat pertemuan ini terjadi, awalnya aku bersama teman-teman ingin ke sebuah tempat untuk menyaksikan perlombaan. Di saat perlombaannya dimulai, salah satu peserta yang mengikuti perlombaan itu adalah dia. Aku terus melihatnya saat dia melakukan perlombaan itu sampai akhirnya aku berbisik pada teman yang berada di sampingku, “Apakah kamu mengenal orang itu? Temanku menjawab,” Aku tidak mengenalnya”.
Mulai saat itulah aku merasakan kalau aku jatuh cinta kepadanya. Sampai perlombaan usai, aku terus memikirkan dia. Saat pulang, aku melihatnya duduk bersama dengan teman-temannya. Aku penasaran. Siapa sih dia? Aku terus saja bertanya kepada temanku sampai akhirnya aku mengenalnya dan salah satu teman dekatku menemukan sosial medianya. Aku sangat senang.
Aku catat tanggalnya di mana aku mulai menyukainya yaitu 18 Januari 2023, tetapi sayang seribu sayang dia sudah memiliki kekasih. Saat mengetahui hal itu, tentu perasaanku sangat sedih. Aku sempat berpikir untuk menyerah, namun aku belum bisa melupakanmu. Aku sudah mendapatkan nomor kontakmu dan aku coba untuk menghubungimu dan kamu mengatakan, “tak semua orang bisa menyimpan nomor aku, karena aku sudah mempunyai kekasih”. Saat aku membaca pesan itu, aku sangat sedih karena seakan-akan kamu tidak menghargaiku. Setelah itu kamu memblock nomor aku dan itu membuatku sangat sedih.
Setelah berbulan bulan, aku mencoba mengirim pesan ke nomor WhatsApp dia lagi karena aku sudah memakai nomor baru. Aku mengirimkan dia pesan pada tanggal 22-05-2023. Aku hanya meminta untuk menyimpan nomor aku tapi dia memblock nomor WhatsAppku lagi. Aku sudah menyerah untuk mendapatkan nomor WhatsAppnya.
Aku sempat memberitahu dia lewat sosial medianya. Namun apa responnya? ternyata sangat menyakitkan. Waktu berjalan begitu cepat. Pada bulan 8 aku memutuskan untuk tidak menghiraukannya lagi. Aku menyesal telah mengenal dan jatuh cinta padanya.
*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 7.1
