Oleh: Ridho Putra

Pukul 12 malam, teman-teman Dewin mulai banyak yang pulang. Begitu juga dengan Ayzluck. Namun, karena Ayzluck tidak membawa kendaraan, Ayzluck pulang dengan jalan kaki. Padahal, teman-temannya sudah menawarkan untuk menumpang di kendaraan mereka, namun Ayzluck menolak.

Setengah perjalanan yang dilakukan Ayzluck, dia sudah sampai di jalanan yang di sekitarnya hanya ada pohon. Rumah penduduk atau pun lampu jalan pun tidak ada. Ayzluck hanya berjalan santai karena dia sudah biasa jalan di jalan gelap. Namun tidak lama kemudian, Ayzluck merasakan keanehan. Kakinya makin bergetar. Keringat dingin keluar dari mukanya. Muka paniknya mulai muncul.

Secara tiba-tiba, sesuatu merasuk ke tubuh Ayzluck. Hal ini membuat Ayzluck kesakitan dan menjerit. Teriakannya begitu keras. Apa yang terjadi pada Ayzluck? Apakah dia baik-baik saja?

𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜

(Visited 10 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *