Setelah kebakaran yang menewaskan orang tua dan saudaranya, Lyan yang baru keluar dari rumah sakit berjalan ke rumah yang hanya tersisa puing-puing bangunan akibat kebakaran. Lyan menatap puing-puing bangunan tersebut dan mengenang kembali saat-saat bersama keluarganya.
Saat Lyan masih mengenang kebersamaannya dengan keluarganya, seorang gadis cantik menghampiri dan memegang lengan Lyan dan terus menyemangati Lyan dengan senyuman. Berkat gadis itu, Lyan melewati hari-harinya dengan bahagia.
Suatu hari, saat Lyan berjalan pulang dari makam keluarganya, Lyan tak sengaja melihat Mila gadis yang selalu menyemangatinya digoda oleh preman. Melihat itu, Lyan bergegas ke sana dan menghajar para preman itu.
Lyan yang sudah sabuk hitam diberbagai seni beladiri pun bertarung dengan para preman yang berjumlah 10 orang. Karena kalah jumlah, Lyan sedikit kewalahan menghadapi mereka. Namun, Lyan tak gentar sedikitpun.
Lyan terus melayangkan pukulan dan tendangan ke arah preman-preman itu. Dengan keadaan kalah jumlah, tenaga Lyan secara perlahan mulai melemah. Melihat cela itu, seorang preman mengeluarkan sebuah pisau dari sakunya dan mengambil kesempatan saat Lyan lengah lalu menikamnya.
Preman itu menikam perut Lyan dengan pisau yang ia pegang. Melihat temannya menikam orang, pria dengan tato di tangannya segera menghajar orang yang menikam Lyan lalu mereka bergegas pergi meninggalkan Lyan dan Mila. Mila memeluk tubuh Lyan yang berlumuran darah sambil menangis.
Lyan mengusap air mata di pipi Mila dan mengucapkan terima kasih untuk hari-hari bahagia yang sudah Mila berikan kepada Lyan. Sebelum meninggal, Lyan pun mengungkapkan perasaannya kepada Mila bahwa ia mencintai Mila.
Setelah mengatakan hal itu, Lyan menghembuskan napas terakhirnya. Tangisan Mila pecah diikuti air hujan yang turun. Mobil ambulans dan sekelompok polisi yang datang ke tempat kejadian bersedih melihat hal yang terjadi. Setelah itu, petugas medis dan polisi mengantar Mila dan jasad Lyan ke rumah sakit.
Di tempat lain, Lyan membuka matanya dan melihat di sekitarnya sangat asing. Lyan berpikir ia sudah berada di alam baka. Namun, sebuah suara memberitahunya bahwa ia bukannya berada di alam baka melainkan berada di sebuah liontin. Suara tersebut berasal dari seorang wanita cantik.
Wanita tersebut menjelaskan bahwa ia adalah sistem pemilik liontin itu dan namanya adalah Shyl. Shyl berkata kepada Lyan bahwa ia akan meninggalkan liontin ini dan mewariskan tugasnya kepada Lyan untuk menjadi sistem yang menjaga liontin ini karena Shyl ingin kembali kedunia sistem.
Lyan yang suka membaca novel yang berkaitan tentang sistem dan reinkarnasi pun menyetujuinya dengan antusias. Shyl pun langsung menyerahkan kepemilikan liontin ini kepada Lyan lalu meninggalkan liontin itu dan kembali kedunia sistem. Lyan menunggu saat di mana ia akan keluar dari liontin ini.
Lyan sudah membayangkan bagaimana petualangan nanti setelah keluar dari liontin itu. Namun, Lyan sudah puluhan tahun menunggu hari di mana ia akan keluar dari liontin itu pun frustasi karena ia sendirian di sana.
Tak lama, sebuah notif muncul di server sistemnya. Notif tersebut Dari Shyl. Shyl berkata kepada Lyan bahwa orang yang ditakdirkan untuk membuka segel dari liontin itu sedang di ambang kematian, jika tidak segera ditolong ia akan meninggal dan Lyan harus menunggu ratusan tahun untuk menemukan orang yang ditakdirkan itu.
Lyan yang bingung pun mendapatkan ide, dengan kekuatan yang didapatkan dari liontin, Lyan menggunakannya untuk pergi mencari orang yang terpilih tersebut. Dengan bantuan Shyl, Lyan berhasil menemukan orang terpilih tersebut. Orang yang terpilih itu sedang tidak sadarkan diri di tengah hutan belantara dan dikelilingi serigala-serigala hutan.
Lyan bergegas ke arah orang itu dan berniat untuk menyelamatkannya. Namun, karena kekuatan yang diperoleh dari liontin itu sudah berkurang. Shyl memberitahu Lyan untuk membuka segel dan menjalin kontrak, Lyan harus meneteskan darah orang yang terpilih tersebut ke liontin itu.
Lyan mengerahkan semua kekuatan untuk menggerakkan liontin itu dan mengambil darah dari orang itu. Beruntung, tubuh orang itu penuh luka dan darah. Tanpa pikir lama, Lyan mengangkat setetes darah dari tubuh orang itu menggunakan kekuatan liontin. Darah itu pun lalu diserap oleh liontin.
Tak lama, liontin pun bereaksi dan membuka semua belenggu yang ada di dalam liontin itu. Lyan pun akhirnya bisa keluar dari liontin tersebut. Berkat informasi yang diberikan oleh Shyl, Lyan pun tahu bahwa ia berada di dunia yang memiliki sihir.
Lyan yang dulunya sangat suka dengan novel genre sihir pun langsung mencoba kekuatannya. Tak main-main, kekuatannya langsung meratakan semua yang ada di depannya. Akibat kekuatan yang dikeluarkannya, seluruh hewan iblis yang ada di hutan itu bergegas ke arah Lyan.
Shyl lalu mengingatkan Lyan untuk tidak buang-buang waktu dan segera pergi dari sana membawa orang yang terpilih itu. Lyan mematuhi ucapan Shyl dan bergegas pergi dari sana membawa orang itu. Di tengah perjalanan, seekor kera iblis menghadang di depannya.
Lyan memasukkan tubuh orang itu ke dalam liontin lalu ia bertarung dengan Kera iblis itu. Dengan perbedaan kekuatan yang besar, Lyan kewalahan menghadapi kera iblis itu. Tak punya pilihan lain, Lyan mengeluarkan semua tenaganya dan mengeluarkan mantra tingkat tertinggi dan membinasakan kera itu.
Karena terlalu banyak kehilangan kekuatan, tubuh Lyan perlahan ingin menghilang dan masuk ke liontin lagi. Sebelum menghilang, Lyan menggunakan kekuatan terakhirnya untuk mencari tempat aman dan seseorang yang bisa menyelamatkan orang itu.
Lyan menemukan sebuah desa yang tak jauh dari sana. Lyan langsung melesat ke sana dan membawa tubuh orang itu lalu ia pun kembali ke dalam liontin.
***
Karya Muh. Irwan ali Siswa SMAS Haji Agus Salim Katoi
