Oleh : Feby Dwi Pratiwi

Ditinggal orang yang kita sayangi memang tidak mudah. Apalagi ditinggal untuk selamanya. Awal tahun yang menyedihkan. Tepatnya 5 April 2019, aku harus menerima kenyataan ditinggalkan nenek untuk selamanya.

Dering telepon berbunyi, dilihat dari namanya ternyata yang menelepon adalah ayahku.

” Feby, nenekmu meninggal.” Betapa kagetnya aku mendengar kabar itu. Seakan tidak percaya hal itu terjadi. Oh Tuhan, begitu cepat Engkau memanggil nenekku.

Menurutku, nenek adalah sosok yang ramah kepada siapa pun dan selalu berbuat baik. Dalam keadaan apa pun, nenek selalu berbagi walau rezeki yang ia miliki tidak banyak. Karena prinsipnya adalah ‘berbagilah walau sedikit,’ dan itu selalu ia katakan kepada anak cucunya.

Oh iya, jarak tempat tinggalku dan nenek yang berjauhan membuatku jarang sekali bertemu dengannya. Dulu waktu masih hidup, Ia selalu tahu jika aku yang menelepon. Walaupun aku tidak dekat dengan nenek, tetapi aku merasa kehilangan.

Suara nenek kini tak lagi kudengar. Aksen bicaranya yang khas hanya bisa terngiang-ngiang di pikiran. Nenek pasti tahu kalau aku sering merindukannya. Bersama nenek juga aku sering bercerita. Aku bisa membayangkan betapa sepinya rumah nenek di sana meskipun ada keluarga lain yang menempatinya.

Nenek selalu senang jika anak cucu pulang ke rumahnya. Ia selalu menunggu dan menyambut di depan rumah sambil duduk duduk di kursi . Begitu kami datang, Ia langsung melebarkan tangan untuk memberikan pelukan hangat. Menyiapkan air hangat untuk anak cucunya mandi karena di sana sangat dingin. Namun, sekarang tidak ada lagi yang menyambut dari depan rumah jika aku ke sana. Sepi terasa tanpa suara dan gurauannya. Nenek adalah sosok yang akan dirindukan oleh anak cucunya setelah ia pergi.

Kini aku tersadar. Aku tidak bisa terus menerus bersedih hati. Mungkin nenek bisa melihat jika aku atau anak cucunya yang lain sedang merindu. Hanya foto yang bisa kutatap. Berharap nenek selalu bahagia dan berada di tempat terbaik di sisi Allah. Di dunia, anak cucumu akan selalu merindukanmu. Berbahagialah selalu, Nek. Kita pasti akan kembali dipertemukan di syurga nanti.

Watansoppeng, 19 Desember 2022

(Visited 1,119 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *