Oleh: Alfin Mubarakh*
Kata penghibur jalanan, cita-cita hanyalah ilusi bagi anak dari orang tua yang tak berposisi.
Begitu banyak, terlalu banyak, sangat banyak.
Apa sepahit itu hidup tanpa kursi dengan posisi gaji tinggi?
Melihat manusia-manusia tergeletak di pinggir jalan seperti tak punya harga diri. Apa sepahit itu hidup di negeri ini? Manusia-manusia itu menunggu secercah harapan dari tikus-tikus berdasi.
Janji demi janji, setiap hari tikus-tikus itu beri. Manusia-manusia itu juga ingin menikmati senang, berenang dalam emas, bergelimang harta, terbang dengan uang kertas.
Hmmm, lucu sekali negeri ini. Negeri yang orang bilang kaya karena alamnya, tapi menderita rakyatnya. Pahit sekali.
*Siswa SMP Islam Al-Azhar 32 Padang Sumatera Barat
