Oleh: Anggi Idham
Hai teman-teman!! kali ini saya akan menceritakan asal usul permandian alam OMPO. Permandian alam Ompo merupakan salah satu objek wisata andalan yang banyak dikunjungi wisatawan domestik bahkan mancanegara. permandian Ompo ini terletak di Kelurahan Ompo kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan, dikenal dengan airnya yang sangat jernih, dingin, dan menjadi sumber air bersih masyarakat sekitar permandian alam Ompo.
Yuk simak ceritanya!
Konon, ada seorang petani yang tinggal di Soppeng, memiliki banyak harta benda yang diwarisi dari orang tuanya. Dia tidak punya saudara, jadi hanya dialah yang mendapatkan harta dari kedua orang tuanya itu. Ada harta yang berupa sawah ada pula kebun yang tak kalah luas.Sang petani yang bertugas menggarap sawah sementara istrinya yang berkebun ditemani kedua anaknya.
Suatu hari, pergilah ia bersama kerbaunya ke sawah sementara istri dan kedua anaknya pergi ke kebun. Sesampainya di sawah, seperti biasa bertanilah ia mulai dari pagi hari dan bergegas pulang saat hari sudah sore. Saat dalam perjalanan pulang, secara tiba-tiba kerbaunya menginjak sesuatu yang aneh yang memancarkan air. Mulanya sedikit saja air yang keluar, tapi lama kelamaan air menjadi semakin banyak, bahkan ketinggiannya sudah mencapai pusar sang petani.
Ia mulai panik melihat makin banyak air yang keluar dari tanah yang diinjak kerbaunya tadi. Air terus menerus bertambah hingga muncullah pusaran air, bahkan kerbaunya pun makin panik dengan keadaan itu. Si petani lalu memutuskan untuk naik ke punggung kerbau, akan tetapi dia kesulitan untuk naik dikarenakan kerbau itu tidak bisa tenang karena turut panik dengan air yang makin tinggi. Si petani terus mencoba, hingga akhirnya ia berhasil menumpangi si kerbau. Bergegaslah ia memacu si kerbau agar segera bergerak meninggalkan tempat tersebut. Namun, sialnya kerbau itu malah tidak mau bergerak .Ia tidak mau meninggalkan tempat itu. Mungkin ada sesuatu yang tidak terlihat yang menahannya. Walaupun ia membujuk kerbau itu tetap saja tidak bergeming.
Dengan putus asa, si petani pun memohon doa kepada Tuhan, dan akhirnya perlahan kerbau itu bergerak menjauh dari tempat tersebut. Namun, ternyata tidak selesai di situ, belum juga si petani dan kerbaunya lepas dari lokasi yang mulai akan tenggelam, turunlah hujan beserta guntur, tanah yang tadinya mengeluarkan mata air dari bawah kaki kerbau perlahan menariknya masuk ke tanah yang akhirnya membuat dia tidak mampu berpindah sama sekali. Lama-kelamaan, air yang makin meluap itu pun menenggelamkan si petani dan kerbaunya. Seketika hujan dan guntur pun redah.
Sementara itu, karena suaminya tidak pulang ke rumah, resahlah istri dan kedua anak sang petani, apalagi hari sudah malam. Dengan panik, pergilah ia mencari suaminya sampai tengah malam, tetapi tidak juga ditemukanny. Karena tak kunjung bertemu, ia pun bergegas pulang. Di tengah malam ia mohon doa kepada yang kuasa untuk memohon petunjuk-Nya. Tiba-tiba…. bayangan suaminya muncul di depannya, dan berkata,” saya sudah tidak ada dik. Saya tenggelam di tempat munculnya air. Sayalah penunggu tempat itu. Ingatlah untuk selalu membawa kedua anak kita ke jalan yang benar.
Keesokan harinya, tersebarlah berita kematian si petani itu. Semua orang sekampung pergi ke tempat munculnya air itu, yang kemudian dinamai OMPO.
Jadi, nama Ompo itu berarti tempat munculnya air.
Sampai kini mata air Ompo menjadi objek wisata yang terkenal di daerah kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan.
Watansoppeng, 30 Agustus 2022
