Oleh: Vicky Nahuway Soroeday

Dalam sebuah ruangan gelap, yang hanya disinari cahaya bulan yang menembus celah jendela,tepat jam 12 malam, seorang pria masuk ke dalam kamar rawat itu. Dia melangkah dengan perlahan mendekati kasur wanita tersebut sambil memainkan lagu ulang tahun untuk wanita itu menggunakan biolanya.

Dia berjalan semakin dekat dengan wanita itu, dan perlahan air matanya jatuh saat memainkan biolanya.
Ia meletakkan biolanya dan duduk di samping kekasihnya. Pria itu tersenyum mengelus kening sang kekasih diiringi suara sebuah alat rekam jantung sang wanita itu, ia berbisik dan terus memandangi wajah sang kekasih.

Helo my dear, selamat ulang tahun, ini bulan ke 3 kamu belum bangun juga, dan ini adalah hari ulang tahunmu. Aku mohon bangunlah. Aku ngak kuat melihat kamu seperti ini. Bangunlah! Aku rindu kamu!” Sambil berbicara, air matanya jatuh, tanpa suara dengan hatinya yang hancur, pria itu menggenggam erat tangan sang kekasih sambil berharap penuh kepada Yang Maha Kuasa.

Desakan hati hancur yang membuat dia menangis tanpa suara. Wajahnya menjelaskan betapa tertekan batinnya serta rasa khawatirnya kepada wanita spesialnya itu.

Perlahan pria itu mulai merasa tenang dan berbisik,” ya ngak apa-apa.Aku harus kuat karena saat ini aku yang harus jaga kamu.” Pria itu semakin tenang, dan membiarkan ruangan menjadi hening dan hanya terdengar suara EKG (Elektrokardiogram) yang memantau aktivitas jantung kekasihnya.

Tak berselang lama, alat rekam jantung kekasihnya itu memberikan tanda peringatan bahwa kondisi sedang semakin menurun.
Sontak pria tersebut berteriak,kaget,” Cila ?! Cila, kamu kenapa?!” ucapnya terkejut. Pria itu sedang panik dan berusaha memanggil kekasihnya yang lagi kritis.

Dokter pun mendengar suara kepanikan dari pos jaga ruang perawatan tersebut, sehingga sontak sang dokter berlari sigap masuk ke kamar rawat Cila.

“Suster?! Suster?! Bawa alat pacu jantung segera!” ucap dokter itu.

Suster yang melihat situasi darurat itu langsung ke kamar rawat bersama Dokter dan mengambil alih kamar tersebut. Namun, betapa terkejutnya pria itu. Alat rekam jantung Cila tiba tiba menggambarkan satu garis lurus dengan suara peringatan panjang yang menandakan Cila telah tiada.

“Naikkan 100 joule!!” Teriak dokter mengarahkan alat pacu jantung ke arah Cila. Pria itu hanya terus memandangi kekasihnya dari jauh dengan penuh khawatir.

“Clear!!” Ucap seorang suster yang membantu dokter.
Alat pacu dokter pun menembakkan listrik ke arah dada Cila. Namun, semua sudah sia sia.
Alat rekam jantung Cila tidak menunjukan apa-apa selain suara peringatan yang panjang dan menggambarkan satu garis lurus.

Pukul 12 lewat 40 menit, Cila Eiylhon meninggal dunia pada 29 januari 2021 di sebabkan gagal jantung” ucap dokter menyatakan kematian Cila di tengah-tengah kamar rawat tersebut

Betapa terpukulnya pria itu yang baru saja merayakan ulang tahun Cila, kekasihnya.Kini dia harus merelakannya pergi untuk selamanya.

Dalam kehidupan, Zoro seorang diri, tentu sangat sulit menjalani kehidupan sehari-hari tanpa Cila di sampingnya. Zoro yang masih terbilang muda, tampan, sangat pandai dalam dunia musik, saat ini berubah menjadi pendiam dan sangat dingin. Akankah seseorang dapat mengobati Zoro dan menjadi penyemangat baru Zoro?

Aku Zoro Ghotzie Imanuelo menyapamu dalam kisah “Do You Like Zoro?”

(Visited 37 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *