By Besse Zaskia Utami
Dini adalah anak yang baik. Di rumahnya Dini hanya tinggal bersama ibunya.
Saat itu Dini berjalan di tepi pantai sendirian karena ia tidak mempunyai teman. Ibunya tidak bisa menemani karena sibuk dengan pekerjaannya. Ketika langit berubah menjadi senja, Dini kembali ke rumahnya.
Malam sudah datang, Dini menatap langit yang disinari oleh bulan dan bintang . Dini membuka jendela kamarnya dan menatap bulan lalu mengeluarkan semua isi hatinya
“BULAAAN!!” Teriak Dini.
“Aku tau kamu dengar aku kan? Aku cuma mau bilang , aku tuh iri banget sama kamu. Kamu bisa bersinar terang, tapi aku tidak bisa !”
“Trusss, ada bintang di sekeliling kamu, sedangkan aku…nggak.”
“Huuh,” Dini menghembuskan nafas.
“Makasih, ya …udah dengerin aku” ucap Dini.
“Ya, udah deh, aku tidur dulu, sampai jumpa besok malam ya,” kata Dini.
Dini pun berjalan menuju kasurnya dan tertidur dengan nyenyak.
Keesokan paginya Dini terbangun dan bersiap ke sekolah.
Sepulangnya dari sekolah, seperti biasa ia istirahat dan sorenya jalan jalan.
Tak terasa malam pun datang. Dini kembali bercerita kepada bulan tentang apa yang dia alami dan rasakan hari ini.
