Oleh: Andi Raka

Tidak semua kekalahan berarti kita tidak mampu. Terkadang, sebuah kegagalan justru menjadi ruang untuk belajar bahwa dalam sebuah proses, transparansi, keadilan, dan kesempatan yang sama merupakan hal yang penting.

Pemilihan Ketua OSIS seharusnya menjadi wadah bagi pelajar untuk belajar tentang demokrasi, kepemimpinan, tanggung jawab, dan bagaimana sebuah keputusan dibuat secara terbuka. Namun, ketika prosesnya tidak dipahami dengan jelas oleh seluruh pihak, tentu muncul pertanyaan dan kekecewaan.

Saya tidak mempersoalkan siapa yang akhirnya terpilih. Setiap siswa memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan dan setiap keputusan tentu memiliki pertimbangannya masing-masing. Yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana proses tersebut dilakukan secara transparan dan memberikan ruang yang sama kepada setiap kandidat untuk menunjukkan kemampuan.

Mungkin ada yang menganggap saya masih terlalu muda. Mungkin ada pula yang melihat pengalaman saya belum seberapa.

Tidak masalah.

Saya pernah mendapatkan kesempatan untuk berada di lingkungan para pemangku kepentingan di tingkat provinsi, bertemu dan berdiskusi dengan berbagai tokoh, bahkan merasakan langsung suasana ruang rapat DPRD Sulawesi Selatan. Bagi saya, pengalaman tersebut bukan alasan untuk merasa lebih tinggi dari siapa pun. Justru pengalaman itu menjadi alasan bagi saya untuk terus belajar dan berkembang.

Karena perjalanan seorang anak muda tidak seharusnya hanya diukur dari siapa yang menjadi Ketua OSIS.

Hari ini mungkin saya belum mendapatkan posisi yang saya inginkan. Hari ini mungkin kemampuan saya belum sepenuhnya dilihat. Bahkan mungkin ada yang menganggap saya sepele.

Tidak masalah.

Saya tidak akan menjawabnya dengan kemarahan ataupun kebencian.

Saya akan menjawabnya dengan karya, prestasi, pengalaman, dan kontribusi nyata.

Saya percaya bahwa jabatan Ketua OSIS hanya berlangsung dalam satu periode. Namun, karakter, kapasitas, keberanian, pengalaman, dan relasi yang dibangun seorang anak muda dapat menjadi bekal untuk perjalanan yang jauh lebih panjang.

Generasi Z tidak harus menunggu dewasa untuk mulai belajar politik, kepemimpinan, dan kehidupan bermasyarakat. Kami bisa mulai dari sekarang. membaca keadaan, menyampaikan gagasan, membangun relasi, dan mempersiapkan diri untuk mengambil peran yang lebih besar di masa depan.

Mereka boleh menilai saya hari ini.

Tetapi biarkan waktu yang membuktikan siapa saya esok hari.

Saya mungkin tidak mendapatkan satu jabatan hari ini.

Namun, perjalanan saya belum selesai.

— Andi Raka

(Visited 4 times, 4 visits today)
Avatar photo

By Andi Raka

Namaku Andi Raka. Lahir di Bulukumba, 30 Oktober 2009.Aku dikenal sebagai pelajar yang aktif berprestasi di bidang seni dan kepemudaan. Selain berkarya dalam dunia puisi dan literasi, Aku juga aktif dalam organisasi. Menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Divisi Public Relation Kata Pelajar Indonesia Batch 4, serta pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua OSIM MTs Guppi Mattirowalie pada tahun 2023. Bagi Aku, organisasi bukan sekadar jabatan, tetapi ruang belajar tentang tanggung jawab, komunikasi, dan kepemimpinan. Di bidang sastra, perjalananku dipenuhi pencapaian. Meraih Juara II Lomba Baca Puisi di Kampus Al-Gazali Bulukumba (2022), Juara I Cipta dan Baca Puisi MTsN 6 Bulukumba (2024), Juara I Lomba Puisi Pramuka SMK Negeri 2 Bulukumba (2025), Juara I Puisi SMK Techno Terapan Makassar (2025), serta Juara I Lomba Puisi Halo Penyair Batch 8. Tidak hanya di bidang sastra, ia juga meraih Juara Umum dan Medali Emas pada Kompetisi Olimpiade Sains Indonesia jenjang SMA/SMK/Sederajat bidang Pengetahuan Umum tahun 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *