Oleh: Naila Azyzahra*

Desa yang Diam. Namaku Nara. Aku kakatua jambul kuning. Suatu hari aku terbang terlalu jauh ke dalam hutan untuk mencari buah, tapi sayangnya aku nyasar. Saat aku terbang, aku melihat di bawahku ada desa. Tapi desa itu terlihat aneh. Rumahnya terbengkalai, sawahnya kering, dan jalanannya ditumbuhi rumput liar. Tidak ada suara tertawa anak kecil, tidak ada asap dapur, dan tidak ada aktivitas warga desa. Di gapura depan desa, tertulis nama desa yang sudah memudar. “ DESA KARANG JATI”

Aku hinggap di tiang listrik yang sudah miring. “Halo? Ada orang?” yang jawab Cuma angin. Di balai desa aku menemukan secarik kertas yang berisi catatan terakhir. “2022: Semua warga pindah ke kota. Air susah, sinyal tidak ada, dan hasil panen gagal” Hatiku sangat sedih melihat desa yang cukup indah dalam kondisi terpuruk. Ada beberapa sungai, gunung, taman yang sangat indah, dan sayang kalau desa ini terbengkalai.

Malam pun tiba, aku tidur di pohon yang ada di desa Karang Jati. Aku punya ide yang sangat menakjubkan: “Bagaimana kalau aku ubah desa ini jadi Desa Teknologi Masa Depan?” Tapi… aku hanyalah seekor burung kecil dan tidak tau apa-apa. Perjalanan ke kota Besok paginya aku terbang. 2 hari 1 malam. Tujuanku ke kota cendekiawan mencari Nebula. Nebula adalah temanku waktu di penangkaran dulu. Dia manusia, anak IT.

Nebula terkenal akan kejeniusannya. Berkat kejeniusannya itu dia diterima bekerja di perusahaan teknologi modern yang canggih. Aku mencari Nebula di rumahnya, tetapi aku tidak menemukannya. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke kantor tempat Nebula bekerja. Aku menemukan Nebula yang sedang duduk di balkon kantornya. Dia sedang meminum secangkir teh hangat. “Nebula!” kataku lewat kalung penerjemahku yang pernah diberikan Nebula. Nebula kaget dan tersedak saat Nara memanggilnya. “Nara?! Kok kamu bisa ada di sini?!”

“Ya, aku sedang mencarimu Nebula” ucap Nara si burung kakatua jambul kuning. “ Apakah ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan padaku, sehingga kamu jauh-jauh datang mencariku ke kota,” ucap Nebula membalas jawaban nara “ Ya, nebula aku datang mencarimu untuk memberitahu akan keresahanku saat aku melihat desa karang jati yang hampir terbengkalai.” Ucap nara Setelah itu aku menceritakan semua tentang desa karang jati. “Nebula bantu aku kita hidupin lagi desa itu, dengan teknologi. Nebula terdiam lama. Lalu ia tersenyum.”Nara idemu sangat menabjubkan. Ayo bersamasama kita membangun desa karang jati menjadi desa layak huni dan berteknologi canggih.” Tim Desa Teknologi Masa Depan Nara, nebula, beserta dengan teman-teman nebula datang ke desa karang jati membawa 2 truk kecil yang berisi panel surya, 3 drone, laptop, dan sensor. Kerja dimulai. Hari 1-7.

Kami pasang panel surya di atap balai desa, sekarang listrik sudah ada.

Hari 8-14.

Kami menata jalan-jalan, memotong rumput liar, dan memasang sensor di tempat yang sudah ditentukan. Masalah pertama Minggu keduapun datang. Drone penyiram, error tidak sengaja menyiram kepala nebula. Sensor banjir terus-menerus berbunyi, padahal sedang kemarau. Mereka merasa sangat terbebani akan masalah tersebut. “ Nara aku merasa sangat lelah.” Ucap Nebula “Aku juga lelah,” ucap Nara yang sama-sama kelelahan. Malam itu aku dan Nebula duduk di pinggir sungai. “Gimana kalau gagal?” tanya Nebula. Aku jawab: “kalau rencana ini gagal, minimal kita sudah mencoba, desa ini layak mendapatkan kesempatan kedua.” Bekerja sama.

Keesokan harinya, aku terbangun sedangkan Nebula masih tertidur. Aku langsung membangunkan Nebula untuk memulai hari yang indah. “ Nebula, ayo bangun ini sudah pagi”. Aku dan Nebula pun pergi mengecek kerusakan yang ada pada alat-alat. “Nebula bagaimana kalau kita memperbaiki kerusakannya, serta membagi tugas untuk tanam-menanam padi, buah-buahan, sayur,dan bunga-bunga.” “Ide yang bagus nara.” Nebula membangunkan teman-temanya yang masih terlelap. Mereka membagi tugas secara merata dan adil, ada yang memperbaiki kerusakan, menanam padi, buah-buahan, sayuran, dan bunga-bunga. Sedangkan Nara dan Nebula mereka pergi ke kota untuk mengajak orang-orang desa karang jati untuk kembali ke desa mereka.

Keajaiban luar biasa. 6 bulan kemudian.

Semua orang yang pernah meninggalkan desa Karang Jati, kini sudah kembali. Lampu jalan tenaga surya menyala. Pasar digital telah dibuka. Ibu-ibu jualan sayur pakai QR. Sekolah di desa itu memiliki kelas teknologi yang sangat canggih. Gurunya mengajar menggunakan hologram dan papan tulis digital. Semua orang sangat takjub melihat desa yang dulu mereka tinggalkan kini jauh sangat berbeda. Peresmian 9 bulan kemudian. Nara mengumpulkan warga desa menggunakan pengeras suara dan dibantu dengan alat penerjemah agar warga desa memahami apa yang nara ucapkan. Nara ingin meresmikan nama desa yang baru untuk desa ini.

“ Hari ini aku akan meresmikan nama desa yang baru, tapi aku belum memiliki nama desa yang akan aku resmikan. Apakah dari kalian ada yang memiliki ide untuk nama desa kita yang baru.” Semuanya terdiam sambil memikirkan nama desa yang akan di jadikan nama desa baru mereka.

Akhirnya, salah satu dari semua orang yang berkumpul berkata kepada Nara. “ Nara aku memiliki ide untuk nama desa kita, bagaimana kalau kita namakan Desa Teknologi Masa Depan.” “ Wah, nama desa yang sangat bagus dan sesuai dengan desa kita yang dipenuhi dengan teknologi modern dan canggih. Bagaimana dengan kalian ,apa kalian setuju dengan nama desa itu.”

Semua warga desa bersorak dan setuju dangan nama baru desa mereka.

3 hari kemudian. Nara, Nebula dan seluruh warga desa membuat gapura besar dan tinggi dari teknologi yang canggih. Setelah jadi mereka mendirikan gapura itu di depan desa. Sebagai pintu masuk dan ucapan selamat datang ke desa mereka. Dan mereka berterima kasih kepada nara karena telah membangun desa mereka menjadi lebih baik. Surat dari Nara Sekarang sudah 2 tahun. Aku nara sekarang punya jabatan resmi: “ kepala divisi humas dan drone patroli desa teknologi masa depan.

Sore ini aku hinggap di pohon taman bermain, aku melihat anak – anak bermain robot sambil belajar. Aku ingat dulu desa ini sepi. Dan sekarang sudah ramai, karena ada yang berani bermimpi. Jadi kalau kamu bertanya: “ siapa yang merubah desa ini?” Jawabannya: Seorang kakatua yang tidak tau apa-apa tapi berani bermimpi. Dan seorang teman yang selalu setia membantu dalam kesusahan. Karena, Masa Depan Tidak Dibangun Sendiri. Tapi Masa Depan Dibangun Bersama.

Kolaka Utara,16 Agustus 2026

*Penulis adalah Siswi SMP Negeri 1 Kolaka Utara

(Visited 3 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *