Oleh: Chalysta

Di pagi hari yang cerah, aku jalan-jalan menyusuri halaman yang ada di sekitar rumahku, dan aku bertemu dengan temanku yang bernama Ayra Resky Fanya dan Stepania. Pertemuan yang tidak kami rencanakan sebelumnya menambah suasana hatiku yang sedang gembira menyambut pagi yang sangat cerah. Setelah kami bertiga bermain, kami pun pergi ke tempat les. Aku dan temanku ini memang sering berangkat bersama ke tempat les yang tak jauh dari rumahku.

Setibanya kami di depan rumah Miss “yah, begitulah panggilan untuk mentor les Bahasa Inggris kami”, aku menemukan uang di dekat rerumputan. Aku pun memanggil Resky, “Resky, aku menemukan uang di sini, uang Rp100.000.” Aku pun melihat orang di sekelilingku, siapa tahu yang punya uang belum jauh. Meskipun Stefania bilang kalau itu rezeki anak salehah, tapi bagiku anak salehah tak mengambil sesuatu yang bukan miliknya.

Tak lama kemudian, kami pun dipanggil masuk ke dalam ruangan tempat les kami. Setelah bertemu dengan Miss, aku menyampaikan bahwa aku menemukan uang di depan, dekat rerumputan. Missku bilang itu uang Miss yang jatuh waktu menyapu di halaman tadi. Miss sudah cari tapi tidak menemukan, jadi Miss masuk saja memasak. “Terima kasih ya, uang Miss sudah ditemukan. Kalian semua memang anak yang jujur,” kata Miss.

Sebagai tanda terima kasih, Miss bilang, “Kalian semua Miss traktir beli jajanan di warung depan nanti setelah pulang les. Kalian semua harus jadi anak yang pintar, jujur, dan menurut sama orang tua. Tidak boleh marah-marah sama orang tua, apalagi sampai membentak orang tua. Ingat, surga terdekatmu ada pada orang tua. Maka dari itu, kalian semua harus memuliakan orang tua.”

Dengan rasa tidak sabar menikmati traktiran dari Miss, kami pun melanjutkan les Bahasa Inggris kami sampai jam yang telah ditentukan.

(Visited 45 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *