Oleh: Syalwah Safitri Sofyan*

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang kakek tua bersama cucu satu-satunya yang bernama Bara.
Bara sangat menyayangi kakeknya, tetapi sayangnya, kakeknya sudah sangat tua dan menderita
sakit yang parah. Bara merasa sangat sedih melihat kondisi kakeknya. Dengan tekad untuk
membantu kakeknya sembuh, Bara melakukan segala hal yang bisa ia lakukan. Ia mulai bekerja di
sekitar desa, dari menanam padi hingga memeras susu sapi, dan pekerjaan lainnya.
Suatu malam, saat Bara hendak pulang, ia bertemu seorang nenek yang sedang kesulitan
membawa barang-barangnya. Bara segera bergegas membantu nenek tersebut. Namun, nenek
itu berkata, “Tidak usah, Nak. Nenek bisa sendiri.” Tetapi Bara tetap bersikeras ingin
membantunya.
“Tidak apa-apa, Nek. Saya ikhlas membantu,” jawab Bara.
Bara pun mengangkat barang-barang nenek itu dan mengantarnya pulang. Di perjalanan, ia
menceritakan tentang kakeknya yang sedang sakit parah. Nenek itu berkata, “Betapa malangnya
nasibmu, Nak.”
Ketika mereka tiba di rumah nenek itu, sebagai tanda terima kasih, nenek tersebut memberikan
Bara serbuk emas dan berkata, “Terima kasih, Nak. Berikan serbuk emas ini kepada kakekmu.”
Dengan bingung, Bara bertanya, “Tapi untuk apa ini, Nek?”
“Berikan saja kepadanya,” jawab sang nenek.
Bara mengangguk dan berkata, “Baiklah, Nek. Terima kasih atas serbuk emasnya. Saya pulang
dulu.”
Sesampainya di rumah, Bara segera berlari ke kamar kakeknya, namun ia terkejut mendapati
kakeknya tidak sadarkan diri. Dengan tangis yang keras, Bara memeluk kakeknya erat-erat. Tiba-
tiba, ia teringat akan perkataan nenek tadi. Tanpa ragu, Bara segera mengambil serbuk emas
tersebut dan memberikannya kepada kakeknya.
Ajaibnya, kakeknya yang sebelumnya sakit parah dan tidak sadarkan diri mulai pulih. Tubuhnya

terlihat segar dan sembuh total. Bara sangat gembira melihat kakeknya kembali sehat. Mereka
berpelukan erat, dan Bara berkata, “Ini semua berkat serbuk emas dari nenek itu.”
Sejak saat itu, Bara dan kakeknya hidup damai di desa.

English

Gold Powder

By: Syalwah Safitri Sofyan*

Old grandfather with his only grandson named Bara. Bara loved his grandfather dearly, but sadly,
his grandfather was very old and severely ill. Bara was deeply saddened to see his grandfather in
such a condition. Determined to help him recover, Bara did everything he could. He started
working around the village, from planting rice to milking cows, and other tasks.

One evening, as Bara was heading home, he encountered an old woman struggling to carry her
belongings. Bara quickly rushed to help her. The old woman said, “No need, child, I can manage
on my own,” but Bara insisted on helping her.

“It’s alright, Grandma. I’m happy to help,” Bara replied.
He carried the woman’s belongings and accompanied her to her home. Along the way, he shared
the story of his grandfather’s severe illness. The old woman said, “What a tough fate you have,
child.”

When they arrived at the woman’s house, as a token of gratitude, she gave Bara some golden
powder and said, “Thank you, child. Take this golden powder and give it to your grandfather.”
Bara, confused, asked, “But what is this for, Grandma?”
“Just give it to him,” she replied.

Bara nodded and said, “Alright, Grandma. Thank you for this. I’ll head home now.”
When Bara arrived home, he rushed to his grandfather’s room, only to find him unconscious.
Overwhelmed with grief, Bara cried loudly and hugged him tightly. Suddenly, he remembered
the old woman’s words. Without hesitation, Bara took out the golden powder and gave it to his
grandfather.

Miraculously, his grandfather, who had been gravely ill and unconscious, began to regain his
strength and health. He looked vibrant and completely healed. Bara was overjoyed to see his
grandfather well again. They embraced tightly, and Bara said, “It’s all thanks to the golden
powder from that old woman.”

From then on, Bara and his grandfather lived peacefully in the village.

Watansoppeng, 3 Maret 2025

*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 8.3

(Visited 12 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *