Oleh : Nayla Nur Ramadhani*
Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang anak bernama Arun di tengah hutan. Ia tinggal seorang diri di sebuah gubuk beratapkan jerami. Setiap hari, wajahnya selalu tampak lesu, seolah terbebani oleh kesepian yang mendalam.
Suatu malam, Arun tertidur pulas di dalam gubuknya yang kecil dan sederhana. Dalam mimpinya, ia menemukan sebuah lubang besar yang cukup lebar untuk dimasuki. Rasa penasaran menyelimuti hatinya, dan tanpa ragu, ia pun melangkah masuk ke dalam lubang itu.
Di dalamnya, terbentang sebuah kerajaan yang megah dan mewah. Istana yang menjulang tinggi dengan dinding-dinding berkilauan membuat Arun tertegun. Kerajaan itu dihuni oleh sepasang suami istri, Raja William dan Permaisuri Bella. Meski memiliki segalanya, mereka hidup berdua tanpa seorang anak.
Ketika Raja William melihat Arun yang kebingungan di halaman istana, ia segera menghampirinya dan mengajaknya masuk. Arun masih tak percaya dengan apa yang dialaminya. Mulutnya kelu, tak sepatah kata pun keluar.
Di dalam istana, Arun bertemu dengan Permaisuri Bella. Ia terkesima melihat kecantikan dan kelembutan sang Permaisuri. Sementara itu, Raja William dan Permaisuri Bella berdiskusi di sudut ruangan. Mereka merasakan kasih sayang yang besar terhadap Arun dan akhirnya memutuskan untuk mengadopsinya.
Ketika keputusan itu disampaikan, hati Arun dipenuhi kebahagiaan. Setelah sekian lama hidup sendiri, kini ia akhirnya memiliki orang tua yang menyayanginya. Hari-harinya menjadi begitu berwarna. Segala yang ia inginkan diberikan oleh Sang Raja dan Sang Permaisuri. Arun merasa sangat beruntung dan tak pernah lagi merasa kesepian.
Namun, tiba-tiba ia merasakan setetes air dingin jatuh di wajahnya. Ia terbangun.
Hujan turun deras membasahi gubuk reyot tempatnya berbaring. Arun duduk diam, merenung dalam kesunyian. Ia menatap sekeliling, menyadari bahwa semuanya hanyalah mimpi indah yang kini telah sirna. Kenyataan kembali menyapanya. Ia tetap sendiri, hidup dalam kesepian di tengah hutan.
Sungguh malang nasib anak itu.
English*
Not as Beautiful as Reality
By: Nayla Nur Ramadhani*
A long time ago, a boy named Arun lived in the middle of a forest. He lived alone in a hut with a
thatched roof. He was always seen with a weary expression.
One night, he fell into a deep sleep inside his hut. In his dream, he discovered a large hole, big enough for him to enter. Curious, he immediately stepped into the hole. Inside, he found a magnificent and luxurious kingdom. The kingdom was ruled by a married couple,
King William and Queen Bella. The couple had no children and lived only with each other.
The king noticed Arun wandering in confusion in the palace courtyard. Without hesitation, King William approached Arun and invited him inside. Arun was incomplete disbelief at what was happening to him; he was so stunned that he couldn’t utter a single word.
Inside the palace, Arun met Queen Bella, and he was mesmerized by her beauty. King William then discussed with Queen Bella the idea of adopting Arun, while Arun sat quietly in the palace living room. After their discussion, the king and queen agreed to adopt him.
Arun was overjoyed, finally having parents after living alone for so long. His days were filled with happiness, as every wish he had was granted by the king and queen. Arun felt incredibly lucky.
However, raindrops began to fall, wetting the roof of Arun’s hut. A single drop landed on his face, waking him up from his wonderful dream. He sat up and stared into the distance, realizing that he was still alone in the middle of the forest. What a truly unfortunate fate for the poor boy.
Watansoppeng, 3 Maret 2025
*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng Kelas 8.3
