Oleh: Firda Sudirman*

Katanya Saturnus akan kehilangan cincinnya, padahal cincin itu yang membuat dia menjadi planet yang terindah di tata surya.

Tentang Saturnus yang mulai kehilangan cincinnya, bagiku bukan kehilangan, tapi lihatlah partikel yang jatuh ke planetnya. Bukankah tandanya mereka saling mendekap?  Walaupun dengan mengorbankan salah satunya .Dengan kondisi yang sudah berantakan, sang cincin tetap untuk sang planet tercintanya. Dia tidak kehilangan, hanya melebur dengan kepergian dan berdekap agar tetap beriringan.

Setelah berputar selama ratusan tahun, akhirnya sang cincin kembali dengan semestanya. Ketika sebuah perubahan dirasa menyakitkan, diartikan dengan sebuah makna yang berbeda ia berubah menjadi sangat indah.

Gak ada yang benar-benar abadi, semua akan selesai pada waktunya. Tapi Saturnus, sekalipun cincinmu akan benar-benar hilang , kamu dan cantikmu tetap abadi di ingatan. Saturnus adalah bukti nyata bahwa setiap orang mempunyai masanya tersendiri.

Dari Saturnus aku belajar menghargai hal sekecil apa pun sebelum turut merasakan kehilangan.

*Penulis adalah Siswi SMPN 2 Lilirilau, Kab. Soppeng

(Visited 94 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *