Tuan Nakhoda (Chapter 1)
Ntah ke mana arah kapal dan tujuannya. Kapalku tidak pernah sampai menyentuh dermaga padahal dari jauh sudah tampak pelabuhan itu, namun kenapa tetap terasa seperti masih jauh? Walaupun layar kapal telah diturunkan, tapi seolah-olah semesta tak merestui angin untuk membantu kapalku bergerak lebih laju lagi, atau memang saatnya aku membuang jangkar di tengah laut untuk beristirahat sejenak? Atau biarkan saja kapal ini karam?
Ibaratkan kapal yang tak pernah lelah berusaha menghantam ombak melawan arus agar cepat-cepat ia bersandar di dermaga tapi nakhoda pun tak yakin mengendalikan kapal yang ke mana sebenarnya arah dan tujuannya. Bahkan aku seperti belum yakin apakah bisa bersandar di dermaga itu atau terpaksa memutar haluan mencari dermaga lain.
Aku, Nakhoda Baruna menyapa kalian dalam kisah “Ini Bukan Tentang Kapal.”
*Penulis adalah Siswa SMAN 1 Soppeng
