Oleh: Arga Ayu Kumala

Cuaca pagi itu sangat cerah, tapi tiba-tiba hujan turun mengguyur bumi. Meski sinar matahari masih cerah di tembus butiran-butiran air hujan, namun akhirnya tak bersinar lagi karena hujan semakin deras.

Seperti itulah yang sedang aku rasakan. Aku coba tertawa tapi tak bisa, dan akhirnya menangis. Aku sangat sedih karena merasa bersalah dan menyesal. Di saat aku percaya, ternyata kepercayaanku di abaikan. Kenapa dia tega sekali berbuat seperti itu. Apa salah bayi kucing itu. Ia juga ingin hidup seperti kita.

Tidak adakah rasa kasihanmu. Mereka hewan kecil yang ingin berjuang untuk hidup. Tapi kenapa kau pisahkan dari induknya. Salahkah mereka hingga kau jauhkan dari induknya. Mereka masih bayi, buka mata saja belum bisa. Sakit sekali rasanya melihat kenyataan ini. Dua anak kucing yang baru 4 hari lahir tak tau induknya dibuang kemana. Hujan, lindungilah induk kucing itu dari derasnya air hujanmu.

Ingin sekali rasanya aku marah, tapi tidak bisa. Terlalu sedih yang aku rasakan karena sang induk sudah jauh dari anaknya. Seandainya aku sendiri yang menjaga, mungkin tidak akan seperti ini. Aku sudah berusaha mencari ke mana-mana tapi tak ada hasil. Akhirnya aku berikan anak kucing itu susu formula pengganti ASI induknya.

Betapa sedih dan sakit rasanya mendengar ngeongnya. Ngeong yang merindukan kasih sayang induknya. Sang induk yang selalu datang bila mereka memanggil. Menyusu dengan hangat di badan induknya. Tapi tidak untuk beberapa hari ini. Mungkin mereka merasa aneh dengan keadaan sekarang. Kadang aku menangis saat ngasih susu dengan dot.

Mereka berusaha sendiri untuk bertahan walaupun tidak ada yang menghangatkannya kecuali kain. Untuk membersihkan diri saja bayi kucing itu belum bisa. Hanya tisu dan kain yang aku pakaikan. Dalam genggaman tanganku aku berkata, “Maafkan aku kucing kecil karena lalai”. Semoga bayi kucing selalu sehat.

Mungkin hanya para pecinta kucing yang bisa merasakan apa yang aku rasakan. Karena pada kenyataannya tidak semua orang suka merawat kucing. Tapi sebagai manusia, jika tidak suka, jangan menyia-nyiakannya karena mereka juga ingin bermain dan bahagia dengan caranya.

Hujan, tolong sampaikan pada sang induk di mana pun dia berada, tunjukkan jalan untuk pulang karena saya takut bagaimana nasib bayi kucing ini nanti.

Watansoppeng, 27 Desember 2022

(Visited 212 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *