Oleh: Nur Aprilia Salsabilah*

Saat pertama kali masuk SMP, aku, Salsa, merasa sangat gugup. Hari itu adalah hari pertama MPLS, dan suasana sekolah terasa sangat berbeda dari sebelumnya. Banyak wajah baru yang belum pernah aku lihat, semua orang tampak sudah punya teman untuk diajak bicara. Aku hanya duduk diam di kursi, memandang sekitar tanpa tahu harus melakukan apa. Rasanya canggung sekali berada di tempat baru tanpa mengenal siapa pun. Aku hanya memainkan jari di atas meja dan berharap waktu cepat berlalu. Di dalam hati sebenarnya aku ingin punya teman, tetapi aku terlalu malu untuk memulai lebih dulu.

Hari pertama itu terasa sangat lama bagiku. Aku melihat teman-teman lain mulai tertawa bersama, berbagi cerita, bahkan ada yang sudah saling bertukar nomor telepon. Sementara aku masih diam, hanya sesekali tersenyum kecil jika ada yang tidak sengaja menatapku. Saat pulang sekolah, aku merasa sedikit sedih karena belum punya teman dekat, tetapi aku mencoba berpikir positif bahwa mungkin besok akan lebih baik.
Benar saja, pada pertemuan kedua aku mulai memberanikan diri. Aku mencoba tersenyum dan menyapa teman yang duduk di dekatku. Dari situlah aku berkenalan dengan teman pertamaku di sekolah, yaitu Ana. Dia orangnya ramah dan mudah diajak ngobrol, jadi aku merasa lebih nyaman. Kami mulai berbicara tentang hal-hal sederhana seperti asal sekolah sebelumnya, hobi, dan pelajaran yang kami suka. Sejak saat itu, aku tidak terlalu gugup lagi karena sudah punya satu teman untuk diajak bicara dan duduk bersama. Rasanya lega sekali akhirnya tidak sendirian lagi.

Seiring berjalannya waktu, aku juga mulai mengenal teman-teman lain. Ana memperkenalkanku kepada Tiby, Aswa, Qalbi, Hisma, dan Syifa. Awalnya kami hanya ngobrol biasa, tetapi lama-lama jadi semakin dekat karena sering bersama, baik di kelas maupun saat istirahat. Kami sering duduk berdekatan, berbagi makanan, dan tertawa karena hal-hal kecil yang sebenarnya tidak terlalu lucu. Kadang kami juga belajar bersama jika ada tugas yang sulit. Dari kebersamaan itu, tanpa sadar kami menjadi kelompok persahabatan yang berjumlah tujuh orang.

Setiap orang di kelompok kami punya sifat yang berbeda-beda, tetapi justru itu yang membuat persahabatan kami terasa seru. Ada yang lucu, ada yang pendiam, ada yang suka bercerita, dan ada juga yang selalu membantu kalau ada yang kesulitan. Kami saling melengkapi satu sama lain. Bahkan saat ada masalah atau kesalahpahaman kecil, kami selalu mencoba menyelesaikannya dengan baik. Kami belajar untuk saling memahami dan meminta maaf jika ada yang salah.

Bersama mereka, hari-hari di SMP terasa lebih menyenangkan. Kami sering bercanda di kelas, jajan bersama di kantin, dan berbagi cerita tentang banyak hal. Kadang kami juga saling menyemangati saat ada yang merasa sedih atau kesulitan pelajaran. Kebersamaan itu membuat kami semakin dekat, seperti keluarga kecil di sekolah.

Sekarang, aku merasa sangat bersyukur karena dulu berani mencoba berkenalan. Dari rasa diam, gugup, dan tidak tahu harus berbuat apa di hari pertama, akhirnya aku menemukan sahabat-sahabat yang selalu ada untukku. Persahabatan kami di SMP bukan hanya tentang kebersamaan saat senang, tetapi juga tentang saling mendukung dalam keadaan apa pun. Bagiku, mereka adalah bagian dari cerita indah yang tidak akan pernah aku lupakan.

Watansoppeng, 16 Februari 2026

*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng Kelas VIII.4

(Visited 10 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *