Oleh : Afiatul Husnah*
Dahulu kala di sebuah kerajaan yang indah, hiduplah dua orang putri kembar bernama Lila dan
Lily. Meski kembar, sifat mereka sangat berbeda. Lily adalah putri yang ramah, baik hati, dan
suka menolong orang lain. Sebaliknya, Lila memiliki sikap egois dan selalu menginginkan apa
yang dimiliki saudari kembarnya.
Lily sangat dicintai oleh rakyat karena kebaikan hatinya. Ia sering berkunjung ke desa, membantu
petani, dan menghibur anak-anak. Setiap orang yang bertemu dengannya selalu merasa bahagia.
Lila, di sisi lain, sering merasa iri. Ia tidak suka melihat saudari kembarnya lebih disayangi oleh
rakyat.
Suatu hari, kerajaan mengadakan pesta besar untuk merayakan ulang tahun kedua putri. Raja
dan ratu memberikan hadiah yang sangat indah untuk mereka. Lily mendapatkan sebuah kalung
yang ternyata kalung itu adalah kalung ajaib yang bisa membuat orang yang memakainya dapat
berbicara dengan hewan, sementara Lila mendapat gaun mewah yang berkilau. Namun, Lila
tetap merasa tidak puas. Ia menginginkan kalung milik Lily karena menurutnya kalung itu lebih
istimewa dibanding dengan gaun yang dimilikinya.
Hari demi hari berlalu, Lily masih sering berkunjung ke desa, disana ia sering menghibur anak-
anak dengan cara mengajak mereka semua berbicara dengan hewan. Hal tersebut membuat
anak-anak itu semakin dekat kepada Lily, sedangkan di sisi lain ada Lila yang iri dan semakin
meyakinkan dirinya untuk mengambil kalung milik Lily
Pada malam hari, saat Lily tertidur, Lila menyelinap masuk ke kamar Lily dan mengambil kalung
itu. Keesokan paginya, Lily terkejut melihat kalungnya yang sudah hilang. Namun, ia tak marah, ia
tetap tersenyum dan berpikir mungkin ada orang yang lebih membutuhkan kalung itu.
Namun, kejadian aneh pun terjadi. Saat Lila memakai kalung itu, ia tetap tidak bisa berbicara
dengan hewan. Lily yang melihatnya berkata dengan lembut, “Kalung itu tidak bisa berfungsi jika
dimiliki dengan cara yang tidak baik atau dengan cara mencuri.”
Mendengar kata-kata Lily, hati Lila tersentuh. Ia merasa menyesal telah mencuri dan sadar
bahwa sikap egoisnya selama ini telah membuatnya tidak bahagia. Ia mengembalikan kalung itu
dan meminta maaf kepada Lily.
Sejak saat itu, Lila berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Ia belajar dari Lily bagaimana
menjadi putri yang penyayang dan peduli pada orang lain. Dengan waktu, hati Lila pun berubah,
dan ia akhirnya bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya, bukan dari memiliki benda
indah, tapi dari kebaikan dan kasih sayang yang ia berikan. Dan sejak saat itu, kedua putri hidup dengan bahagia, bersama-sama membangun kerajaan yang penuh cinta dan kedamaian.
English*
Princess Lila and Lily
By : Afiatul Husnah
Once upon a time, in a beautiful kingdom, there lived twin princesses named Lila and Lily.
Although they were twins, their personalities were very different. Lily was a kind, friendly, and
helpful princess who always cared for others. On the other hand, Lila was selfish and always
wanted what her twin sister had.
Lily was dearly loved by the people because of her kindness. She often visited the village, helped farmers, and entertained children. Everyone who met her always felt happy. Lila, however, often felt jealous. She did not like seeing her sister being more loved by the people.
One day, the kingdom held a grand celebration for the princesses’ birthday. The king and queen
gave them beautiful gifts. Lily received a magical necklace that allowed her to speak with
animals, while Lila was given a luxurious, sparkling gown. However, Lila was still dissatisfied. She
wanted Lily’s necklace because she thought it was more special than the dress she had received.
Days passed, and Lily continued to visit the village, delighting children by speaking with animals.
This made the children adore her even more. Meanwhile, Lila’s jealousy grew stronger, and she
convinced herself to take Lily’s necklace.
One night, while Lily was asleep, Lila sneaked into her room and took the necklace. The next
morning, Lily was surprised to find her necklace missing. However, she did not get angry. Instead,
she smiled and thought that perhaps someone else needed it more.
But something strange happened. When Lila wore the necklace, she still could not talk to
animals. Lily saw this and gently said, “The necklace will not work if it is taken dishonestly or
stolen.”
Hearing Lily’s words, Lila’s heart softened. She felt guilty for stealing and realized that her
selfishness had never made her happy. She returned the necklace and sincerely apologized to
Lily.
From that moment on, Lila tried to become a better person. She learned from Lily how to be a
kind and caring princess. Over time, Lila’s heart changed, and she finally experienced true
happiness not from possessing beautiful things, but from the kindness and love she shared with
others.
From then on, the two princesses lived happily together, building a kingdom filled with love and
peace.
Watansoppeng, 3 Maret 2025
*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng Kelas 8.3
