Oleh: Nayla Basam

Di setiap detak jantungku,
Kutemukan jejak kasihmu.
Jiwa pemilik sudut pair jantungku,
Dialah Sang Ibu.
Dalam setiap baitnya,
Kuuntai seutas harap untukmu.

Kuharap, sinar mentari tak menyilaukan matamu di pagi hari.
Kuharap, bantalmu senantiasa empuk saat menepis letih.
Kuharap, langkahmu selalu ringan saat beranjak pergi.

Ibu, insan paling berharga dalam hidupku.
Tempatku bernapas di lautan tak bertepi,
Penyelamat di kala gelap menghampiri.

Setetes air matamu kan kubayar dengan luasnya samudera.
Sedikit perihmu kan kuganti dengan harmoni sinar rembulan.
Sehelai surai rontokmu kan kuindahkan dengan sekelebat kebun berlian.

Kuharap kau tahu,
Untukmu, kupersembahkan segala cinta.
Dalam relung hatiku,
Namamu akan terukir selamanya.

Watansoppeng, 22 Desember 2024

(Visited 28 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *