Oleh: Annisa Zahra Shabirah*

Kata-kata itu selalu muncul di pikiranku setiap hari, tapi banyak hal yang membuatku ingin menyerah dan selalu mengeluh. Orang-orang sering bertanya kepadaku, “Kenapa kamu tidak pernah mendapatkan prestasi yang tinggi? Kenapa kamu tidak seperti teman-temanmu? Kenapa kamu tidak pernah mendapatkan rangking 1? Aku tau aku tidak pintar. Aku tau aku tidak seperti teman-temanku yang pintar dalam semua mata pelajaran. Aku tau aku tidak pernah mendapatkan rangking , tapi aku sudah berusaha untuk mendapatkan semua itu. Namun apa hasilnya? Aku gagal karena kurang percaya diri

Banyak orang yang mengejekku. Kamu bodoh banget. Kenapa badanmu begitu? Awas ada raksasa lewat”. Dari semua ejekan yang pernah kudengar, di situlah aku rasanya ingin menyerah dan menyerahkan diri kepada Tuhan.Tapi di sisi lain aku berpikir jika aku tiada, bagaimana kabar ibu yang telah melahirkan dan membesarkanku? Aku hanya tinggal berdua bersama ibu. Kakak kamu mana? Iya, Kakakku sudah kuliah di luar kota.

Aku mempunyai cita-cita yang sangat tinggi yaitu ingin menjadi dokter dan menaikkan ibu ke tanah suci. Tapi apa aku bisa mencapai impian itu? aku selalu merenung memikirkan apakah aku bisa mencapai impian tanpa dukungan seseorang? Jika memang impian terlalu tinggi, aku cuman ingin satu permintaan yaitu ingin menjadi seseorang yang berguna untuk semua orang. Tapi emangnya aku bisa? Aku pernah berkata, ” Upin Ipin saja bisa menjadi orang berguna di kampungnya tanpa dukungan orang tua dan teman-temannya. Masa aku yang sudah didukung dengan teman dan keluarga tidak bisa? Aku sering melihat seorang anak yang seumuran denganku sudah bisa membahagiakan orang. Aku iri. Aku juga mau seperti itu, tapi aku sedikit-sedikit sudah menyerah.

Saat aku melihat foto masa kecilku, ternyata aku aslinya itu jelek banget, tapi senyumku itu tidak pernah palsu, sedangkan yang sekarang aku melihat fotoku yang bagus tapi senyumanku itu palsu. Aku sadar jika ingin bahagia memang banyak rintangannya tapi apa pun yang terjadi tetap harus bersyukur dan rajin berdoa kepada Allah. Insyaallah akan terkabulkan.

Aku adalah aku, dan aku adalah diriku yang sekarang.Telah banyak hal serta rintangan kulewati di dunia yang fana ini. Aku tau roda kehidupan selalu berputar kadang di atas dan kadang di bawah. Aku sudah mulai terbiasa dengan apa yang orang katakan padaku karena semangatku untuk meraih masa depan yang cerah. Selama ini aku telah menjadi orang hebat versi diriku sendiri.

*Penulis adalah siswi SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 7.1

(Visited 211 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *