Oleh : Arga Ayu Kumala
Karena Indonesia termasuk negara Agraris, maka tak heran jika penduduk Indonesia sebagian besar adalah petani. Apalagi di daerah pedesaan, di sana banyak persawahan dan ladang yang hijau. Daerah yang dekat dengan pegunungan, indah sekali pemandangan area persawahannya.
Kita tidak boleh merendahkan para petani yang ada di desa. Karena, bagi mereka desa tempatnya bekerja, tempat mencari nafkah. Tanpa petani, belum tentu kebutuhan kita bisa tercukupi. Hampir semua kebutuhan pokok kita dihasilkan dari petani.
Menurut aku, kita bisa belajar kesabaran dari para petani. Sabar dengan proses-proses hingga waktu panen tiba. Tidak mungkin menanam 1 atau 2 hari langsung panen. Semua proses itu dimulai dari membajak sawah, pembibitan, penanaman, pengairan, pemupukan, dan yang lainnya hingga memasuki musim panen.
Para petani riang gembira ketika musim panen, apalagi hasil panennya sesuai yang diharapkan serta harga di pasaran stabil. Kadang kala para petani sedih karena mereka gagal panen, yang disebabkan mungkin karena serangan hama atau terkena banjir. Tetapi tak kalah sedihnya ketika hasil bagus tapi harga di pasaran anjlok atau mengalami penurunan secara drastis. Inginnya sich harga selalu stabil dan hasil panen selalu baik, heheheā¦
Terima kasih para petani, karena hingga saat ini kami masih bisa mengkonsumsi nasi, sayur-sayuran, buah-buahan serta yang lainnya. Panas teriknya matahari tak dihiraukan, sawah dan ladang menjadi tempat tujuanmu untuk bekerja.
Jangan malu jika orang tua kita sebagai petani. Kita harus bersyukur dan bangga kepada orang tua kita.
Watansoppeng, 3 Desember 2022
