Oleh : Muh. Rizqullah Awal Putra

Aku berusaha bersikap seperti biasa dihadapan Dini, entah sampai kapan aku harus berpura-pura dan berperang dengan hatiku sendiri. Oh… rasanya sangat tersiksa. Aku yang cuek akan keadaan sekitarku, aku yang kadang memalukan diriku sendiri dengan tidak sadar, dan aku yang selalu bersikap paling heboh dan gokil di antara teman-temanku termasuk juga Dini.

Namun, sesaat kemudian, aku menjadi sosok yang pendiam, jaga image, salah tingkah, dan lain-lain jika berhadapan dengannya. Oh…. itu sangat menyebalkan ketika secara tidak sadar aku menjadi orang lain yang amat sangat jauh berbeda dari kepribadianku jika ada dia di hadapanku. Somebody help me

Apa ini yang dinamakan cinta? Apa ini yang dinamakan kasih sayang? Apa ini….??? ssstttt…. sudah cukup sampai di situ pertanyaanku. Rasanya perutku lapar jika aku selalu berpikiran hal itu. Oh… tidak. Aku mencoba positive thinking akan keadaanku ini. Ya, agar semuanya berjalan seperti biasanya. Hari demi hari aku lalui seperti biasanya. Tugas kuliah yang menumpuk, pekerjaan rumah seperti pembantu rumah tangga, menjadi pebisnis coklat online, dan tentunya have fun dengan sahabatku Hilman walau aku harus merasakan perang batin jika harus berhadapan dengannya.

Suatu hari, saat kami sedang kerja kelompok salah satu teman laki-lakiku mendekati Dini. Dia bertanya ini itu, ini itu, sampai bosan aku melihatnya bolak-balik dihadapan Dini. Geram rasanya melihat dia, ingin sekali aku menyingkirkannya. Rasa kesal melandaku saat itu, seperti masuk ke dalam lubang yang berisi kantung pasir tinju yang siap aku hantam satu persatu. Aduh, perasaan ini timbul kembali. Aku benci. Malam hari aku menulis puisi untuknya.

Cinta dalam Diam

Kumencintaimu dalam diam
Karena diamku tersimpan kekuatan harapan.

Dan cintaku hingga saat ini masih terjaga
Mungkin Allah akan membuat harapan ini menjadi nyata.

Ku ingin cintaku dapat berkata
Dikehidupan yang nyata.

Namun jika tak memiliki kesempatan berkata
Biar semua ini tetap diam jika kau bukan untukku.

Aku yakin Allah akan menghapus cintaku
Dengan berjalannya waktu
Dan memberi rasa yang lebih indah untukku.

Yang menjadi jalan takdirku
Biar cinta dalam diamku ini
Menjadi memori tersendiri
Dan relung hatiku menjadi tempat rahasia
Kau dan perasaan cintaku ini.###

Puisi ini mewakili semua perasaanku padanya. Aku hanya dapat berkata melalui tinta, dapat berbicara melalui irama, dan dapat bercerita melalui karya. Satu satunya yang membuatku seperti orang bisu yaitu perasaanku ini. Aku tidak ingin terobsesi memilikinya, karena itu akan membuatnya pergi dariku.

Cinta dalam diam yang memang tepat untukku. Dia tidak tahu akan perasaanku, sikapnya yang menunjukkanku bahwa dia hanya menganggapku sahabat. Itu tidak masalah untukku, karena berada didekatnya sudah lebih dari cukup, melihat tawanya, mendengar suaranya, dan merasakan kehadirannya sudah membuatku bahagia. Aku mencintainya dalam diam, karena aku tak mau merusak semua ini. (Tamat)

*Siswa SMP Islam Al-Azhar 32 Padang Sumatera Barat

(Visited 27 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *