Oleh: Nayla Basam

Hal terburuk adalah
saat di mana kita berjarak terlalu jauh
dengan orang yang dicintai

Ketika jarak kian menjauh
dan rindu tak mampu lagi diasuh,
maka dengan doa sesungguhnya
aku berharap agar kau kembali
ke dekapanku.

Di waktu yang membawamu pergi,
sukmaku tenggelam dalam kehampaan.
Engkau yang selalu menjadi
objek puisi indah tanpa suara,
kini berperan sebagai sesak tangis sesakit-sakitnya.

Sekarang, semua hanya akan terkenang
dalam buku tua yang kusimpan.
Biar aku menikmatinya sendirian
sambil menulis di kala hujan.

Hanya dengan secarik kertas
dan alunan lagu sebagai pengiringnya,
aku merajut semua perasaanku di dalamnya.

Lekaslah pulang,
aku masih menunggumu di sini,
dengan buku yang selalu menjadi
saksi kerinduanku akan sosokmu.

Watansoppeng,1 Juni 2022

(Visited 50 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *