Hari ini, Sabtu,19 Maret 2022, sekolah saya SMAs Haji Agussalim Katoi, mengadakan event yang luar biasa dalam agenda Gerakan Literasi Sekolah. Kegiatannya adalah bedah buku yang berjudul “21 Hukum Kesuksesan Sejati yang merupakan salah satu karya yang luar biasa dari sang penggerak, inspirator dan pendiri Sipil Institute, Bengkel Narasi dan Pena Anak Indonesia, Om Ruslan Ismail Mage.
Kegiatan ini dibawakan oleh Bunda Rosmawati yang merupakan salah satu pegiat literasi Kolut, mentor di Bengkel Narasi ,sekaligus koordinator Pena Anak Indonesia Kolaka Utara. Moderator dalam kegiatan ini adalah pak Samrin. Dia adalah salah satu mentor hebat di Pena Anak Indonesia.
Dari buku tersebut, kutemukan cahaya untuk menerangi jalan kesuksesanku di masa depan terkhusus yang ada dalam chapter 3 yaitu “Jadikanlah musuhmu sebagai konsultan pribadimu”.
Sejak dulu saya sangat bingung bagaimana cara menyikapi seseorang yang menganggap saya sebagai musuh. Dan hari ini saya telah menemukan jawaban dari pertanyaan yang selalu ada di benak saya. “Jadikanlah musuhmu sebagai temanmu”, adalah narasi yang luar biasa yang tidak pernah terlintas dalam pikiranku untuk menjadikan musuh sebagai komentator gratis dan penilai yang handal dalam mengoreksi kekurangan kita tanpa harus bersusah payah mencarinya sehingga kita mampu melakukan intropeksi diri dan berusaha untuk lebih baik lagi.
Seperti narasi yang sangat keren yang pernah saya temukan, “Hidup ini pilihan, mau jadi emas atau debu. Kalau memilih menjadi emas, jadikan musuhmu sebagai konsultan pribadimu. Namun, jika memilih menjadi debu, silakan ladeni musuhmu.” (Ruslan Ismail Mage)
Selain menjadikan musuh sebagai konsultan pribadi, kalimat inspiratif lainnya dari sang inspirator, Om RIM, begitulah panggilan sayang di Komunitas Pena Anak Indonesia untuk beliau, “Hanya benda yang muncul di permukaan yang mudah untuk ditemukan, sedangkan yang tersembunyi akan sulit ditemukan”. Saya akan mencoba untuk muncul ke permukaan dan menunjukkan bakat yang saya miliki di depan mereka. Jika seseorang tidak dapat muncul ke permukaan maka lebih sulit ditemukan.
Maka dari itu cobalah muncul ke permukaan untuk mengasah bakat yang kita miliki sehingga bisa mengetahui potensi apa yang ada pada diri kita dan orang-orang akan lebih mengenal kita. Jangan memendam bakat yang kita miliki sehingga kesulitan untuk menemukannya.
Karena itulah, saya bergabung di komunitas yang memiliki mentor-mentor yang luar biasa dan menjadi kebanggaan yang istimewa bagi saya karena dapat bergabung dan menjadi anggota dari Pena Anak Indonesia. Di tempat inilah step by step, secara perlahan tapi pasti, saya muncul ke permukaan dan menunjukkan pada dunia bakat yang saya punya yang tertanam sejak dulu.

Terima kasih bunda.. mohon bimbingannya bunda..