Oleh: Regina Salzabila
Entah apa yang sebenarnya terjadi,
di tengah riuh yang tak pernah berhenti,
aku justru merasa sunyi,
seolah tak ada siapa pun di sini.
Barangkali aku terlalu yang naif,
mengharap kehadiran yang tak selalu bisa kupeluk,
menuntut setiap insan untuk menetap,
pada dunia yang tak berputar hanya di sekitar hidupku.
Mungkin sudah waktunya
aku menepi sejenak dari riuhnya hari,
memberi ruang bagi diri untuk memahami,
bahwa tak segala ingin harus terpenuhi,
tak setiap kehilangan berarti tak dipeduli,
dan tak setiap ketidakhadiran berarti tak berarti.
Sebab dunia begitu luas untuk dipahami,
dengan begitu banyak hati
yang tengah berjuang menyusuri arah dan mencari arti.
Dan aku,
barangkali hanya perlu belajar kembali,
bahwa hidup bukan semata tentang apa yang kurasa,
melainkan tentang memahami
bahwa setiap jiwa memiliki semestanya sendiri.
