Kubuka lembar demi lembar buku catatanku
Membaca ulang tiap lembar tentangmu
Semuanya tampak abu-abu
Bayanganmu mulai memudar dari ingatan
Potret masa lalu tetap menghampiri
Seperti langit malam yang menemani
Aku hanya bisa memandangi
Bersama rasa perihnya rindu.
Rindu tak mengenal etika berkunjung
Yaa betul rindu tidak akan pernah mengenal etika berkunjung.
Tak pernah mengenal waktu,
Bahkan dalam mimpi sekalipun
Terkadang aku marah pada diriku,
Membiarkan rindu berlama lama menggendor dinding jiwaku
Mungkin saja rindu itu datang untuk menguji, apakah aku mulai melemah dalam Doa?,
Atau bisa saja rindu itu datang hanya sekedar menyapa setelah berapa bulan terlupa?
Hampir saja aku tumbang dengan gejolak yang datang tiap rindu itu menghampiri…
Sekali lagi jika bukan karena Tuhanku ‘Allah’ telah lama ku menua bersama perih
Betullah sebuah pepatah…
Jika kamu belum merasakan perpisahan saya yakin kamu tidak akan pernah merasakan apa itu ‘Kerinduan’
Rangkulan Terakhir ‘Di Sudut Jalan Mess Antam Makassar’
