Kubuka lembar demi lembar buku catatanku
Membaca ulang tiap lembar tentangmu
Semuanya tampak abu-abu
Bayanganmu mulai memudar dari ingatan

Potret masa lalu tetap menghampiri
Seperti langit malam yang menemani
Aku hanya bisa memandangi
Bersama rasa perihnya rindu.

Rindu tak mengenal etika berkunjung

Yaa betul rindu tidak akan pernah mengenal etika berkunjung.

Tak pernah mengenal waktu,
Bahkan dalam mimpi sekalipun

Terkadang aku marah pada diriku,
Membiarkan rindu berlama lama menggendor dinding jiwaku

Mungkin saja rindu itu datang untuk menguji, apakah aku mulai melemah dalam Doa?,
Atau bisa saja rindu itu datang hanya sekedar menyapa setelah berapa bulan terlupa?

Hampir saja aku tumbang dengan gejolak yang datang tiap rindu itu menghampiri…

Sekali lagi jika bukan karena Tuhanku ‘Allah’ telah lama ku menua bersama perih

Betullah sebuah pepatah…

Jika kamu belum merasakan perpisahan saya yakin kamu tidak akan pernah merasakan apa itu ‘Kerinduan’

Rangkulan Terakhir ‘Di Sudut Jalan Mess Antam Makassar’

(Visited 171 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *