Oleh: Mir Atul Inayah*

Sebuah kalimat yang berbunyi “Kalau Orang Lain Bisa, Kamu Juga Pasti Bisa” terkadang kalimat ini diucapkan oleh orang-orang sekeliling kita dengan niat menyemangati, memberikan dorongan, dan motivasi agar kita terus bangkit dan berjuang. Tetapi, kalau boleh jujur saja…., mengapa justru kalimat ini membuat kita merasa tertekan.

Aku pernah berpikir bahwa permasalahannya muncul karena seseorang terlalu sibuk membandingkan antara hasil akhir orang lain dan langkah awal yang baru saja kita mulai. Namun, aku menyadari bahwa keberhasilan yang telah mereka raih hari ini memberikan sebuah arti yang mendalam. Di balik sebuah pencapaian seseorang, tersimpan berapa kali mereka gagal dan terjatuh di balik layar, sudah berapa lama waktu yang telah mereka korbankan.

Dari sinilah pentingnya sebuah kata “mengapresiasi” dan “menghargai”, karena hal tersebut bukanlah sesuatu yang instan. Yang perlu kita ketahui ialah jangan pernah melontarkan kata-kata yang justru membuat orang lain ingin menyerah dan terjatuh, karena kita tidak akan pernah tahu seberapa banyak kegagalan yang telah mereka lalui, berapa kali mereka mengalah pada dunia, dan merelakan dirinya sendiri demi orang lain.

“Kalau Orang Lain Bisa, Kamu Juga Pasti Bisa” aku pun berhasil menemukan makna yang sebenarnya dari kalimat ini.

Kalau Orang Lain Bisa, itu adalah bukti bahwa hal tersebut mungkin untuk dilakukan. Bukan untuk memberikan bentuk tekanan dalam diri, tetapi untuk menunjukkan bahwa pintu itu selalu terbuka.

Mungkin kita sering mendengar , “Di mana ada kemauan, di situlah ada jalan”, dan aku yakin kata itu sangatlah benar.

Langkah awal yang kita mulai yang sering kali diselimuti oleh rasa takut, bimbang, dan rasa takut tidak diterima, yang membuat orang-orang seakan ingin menyerah dan terjatuh. Sekalipun engkau terjatuh dalam lubang terdalam dan mengalami ribuan luka, tetapi jika engkau memilih untuk tetap kembali berdiri dan bangkit, walaupun dengan langkah kaki yang pincang, setiap langkah demi langkah yang engkau ambil yang akan membentukmu menjadi lebih baik ke depannya. Hingga akhirnya engkau akan sampai pada tujuanmu dan melihat sebuah harapan besar akan keberhasilan.

Setiap orang punya garis start dan medan yang berbeda-beda. Ada orang yang berlari tanpa sebuah beban, ada juga yang ingin berlari tetapi keadaan memaksanya untuk tetap berjalan dengan langkah kecilnya, sambil menggendong tanggung jawab keluarga. Dan yang perlu ditegaskan, memaksakan kecepatan yang sama dengan orang lain hanya akan membuatmu lelah secara mental.

Jadilah dirimu sendiri yang berani dalam mengambil langkah. Jadikanlah keberhasilan orang lain sebagai inspirasi. Jadikan jejak mereka sebagai peta, dan berjalanlah dengan jalurmu sendiri.
Kita tidak harus langsung jago dulu, tidak harus langsung bisa, dan tidak harus langsung menjadi yang terhebat. Tetapi yang harus kita lakukan adalah terus berjalan meski pelan, dan tidak pernah berhenti. Kita juga tidak harus tahu bagaimana ujungnya, tetapi tetaplah jalani dan nikmatilah setiap prosesnya.

Seperti dalam public speaking yang mengajarkan kita bahwa apabila kita tidak yakin dengan diri kita sendiri, maka audiens juga tidak akan yakin. Inilah kunci dalam memulai LANGKAH AWAL.

Watansoppeng, 17 Januari 2026

*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng Kelas 8.4

(Visited 13 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *