Oleh: Aisyah Shafira Yunus*
Ayah adalah cinta pertamaku. Ayah adalah pahlawanku.
Sejak kecil, ayah selalu berusaha memenuhi setiap kebutuhanku, bahkan hal-hal kecil yang kuinginkan pun selalu diusahakannya. Ia selalu ada di setiap langkahku, menemani tanpa lelah. Aku ingin sekali mengucapkan terima kasih atas semua kasih sayang dan pengorbanan yang telah ayah berikan. Bagiku, ayah adalah pahlawan sejati dari aku kecil hingga kini, bahkan selamanya.
Cinta ayah kepadaku tak pernah pudar. Aku memang anak bungsu yang kini mulai beranjak remaja, namun di mata ayah aku masih putri kecilnya yang harus dijaga dengan penuh kasih. Aku merasa dicintai dengan hebat oleh ayahku.
Waktu kecil, aku sangat takut pada hujan deras yang datang bersama suara petir yang menggelegar. Setiap kali hujan turun, ayah selalu datang memelukku erat. Dalam pelukannya, rasa takutku perlahan menghilang, dan sering kali aku tertidur dengan tenang di dekapan hangatnya.
Saat aku sedih, ayah selalu menjadi orang pertama yang menghiburku. Ketika aku ingin jalan-jalan, ayahlah yang menemaniku. Apa pun yang aku inginkan, ayah akan berusaha mewujudkannya agar aku bahagia. Pernah suatu kali aku sakit dan menolak minum obat, ayah dengan sabar membujukku dan menyuapi obat itu dengan penuh kasih. Dalam setiap tindakannya, selalu ada cinta yang tulus tanpa pamrih.
Aku sangat menyayangi ayah. Aku masih ingat bagaimana ayah selalu menggenggam tanganku setiap kali kami berjalan bersama. Walaupun aku sudah besar, aku tidak pernah ingin jauh darinya. Di mata orang lain mungkin aku sudah remaja, tapi di mata ayah, aku tetaplah anak kecil yang harus dijaga.
Mungkin seribu kata pun tidak akan cukup untuk menggambarkan betapa besar cinta ayah kepadaku. Aku adalah putri kecil ayah yang akan selalu mencintainya, selamanya.
Watansoppeng, 13 November 2025
*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng Kelas 8.4
