Oleh: Devi Purnama*

Saat Valeryna tersadar dan membuka matanya, dia melihat ada seorang lelaki menyelamatkannya. Lelaki itu tampan dan berhati baik. Valeryna pun berbicara ke lelaki tersebut.

“D-dimana…ini..dan..s-siapa kau?” ucap Valeryna dengan sedikit kebingungan dan gugup.

“Maaf,..ya aku membuatmu terbangun. Perkenalkan namaku Zen, pangeran dari kerajaan Skylight. Aku tadi melihatmu terdampar di sungai sekitaran sini dan alhasil aku membawamu ke sini.” Ucap Zen dengan sedikit gugup.

Valerynapun mengingat kalau ia tadi jatuh ke sungai dan tak sadarkan diri.

“Oh begitu…Oh ya namaku, Valeryna dari kerajaan Moonhaven. Aku minta maaf sudah membuatmu kesusahan.” Ucap Valeryna dengan rasa sedikit bersalah karena telah merepotkan Zen.

“Tidak apa-apa kok. Ngomong-ngomong apa yang kau lakukan di daerah ini? Padahal daerah ini jauh loh dari kerajaan dan juga tempat tinggal para vampir.” Ucap Zen dengan penuh rasa penasaran.

Valeryna menceritakan semua masalahnya kepadanya Zen dan juga alasan dia pergi ke daerah tersebut. Saat Zen sudah mendengar semuanya, Zen menawarkan bantuan ke Valeryna untuk pergi ke hutan memory itu.

“Aku mengerti. Jadi sekarang apakah kau akan pergi? Jika kau ingin pergi, apakah aku bisa membantumu? Karena aku merasa sedikit khawatir jika engkau pergi sendiri.” Ucap Zen dengan sedikit kekhawatiran kepada Valeryna.

Saat Zen mengatakan itu Valeryna sedikit mempertimbangkannya karena dia juga tidak ingin menyusahkan orang lain dan tidak mau orang lain khawatir tentangnya. Akhirnya ia mengizinkan Zen membantunya. Mereka pun berjalan menuju hutan Memory. Saat mereka sampai di depan hutan memori tersebut, Valeryna kemudian masuk dan menyuruh Zen untuk tetap di luar. Valeryna langsung masuk ke kejadian masa lalunya. Ketika membuka mata, dia sudah berada di suatu ruangan yang isinya semua memori dan kejadian di masa lalu. Dia berkeliling untuk mencari kejadian masa lalu sebelum dia dilahirkan. Akhirnya dia menemukannya dan mencoba memahami maksud di masa lalunya itu. Ternyata, dahulu kala sebelum sang raja (Ayah Valeryna) menikah dengan sang ratu, kerajaan Moonhaven dan kerajaan vampir sangat akrab.

Kedua kerajaan tersebut saling tolong menolong satu sama lain. Suatu hari, kerajaan vampir mengadakan pesta di istana dan mengundang kerajaan Moonhaven untuk hadir di acara tersebut. Malamnya, acara sangat meriah. Sang raja dan ratu vampir berbincang-bincang, tapi tiba-tiba saja, sang raja menyerang sang ratu vampir dengan cara menusukkan pedang sang raja ke jantung sang ratu vampir yang membuat ratu langsung meninggal pada malam itu. Hal itu membuat para prajurit dan lain-lainnya tiba-tiba berperang karena para vampir tidak menerima kerajaan Moonhaven menyerang ratu vampir. Malam itu yang tadinya sangat meriah dan seru, langsung berubah menjadi perang. Para vampir dan prajurit saling melawan satu sama lain. Malam itu menjadi malam peperangan dan beberapa saat kemudian kemenangan diraih oleh kerajaan Moonhaven dan mereka langsung pulang tanpa minta maaf. Mulai saat itu para vampir membenci kerajaan Moonhaven dan mereka juga mengutuk keluarga Kerajaan.

“Kami mengutuk raja. Jika raja menikah dan mempunyai anak, maka anak pertama itu akan menjadi vampir dan setelah dia besar atau dewasa, anak itu akan menjadi ratu vampir sedang anak keduanya akan menjadi manusia, maka anak itu akan kita bunuh sama seperti cara raja tersebut membunuh ratu kami!….” Ucap para vampir dengan dendam yang mendalam dan penuh kebencian

Saat Valeryna mengetahui semuanya, dia langsung berlari terbirit-birit keluar dari hutan memori untuk segera pulang karena nyawa Elyna dalam bahaya. Valeryna berlari keluar hutan sambil memikirkan Elyna. Saat Valeryna sampai di depan hutan memori, dia minta tolong ke Zen untuk diantar ke kerajaan Moonhaven segera. Zen pun langsung menaiki kudanya kemudian langsung naik kuda dengan tergesa-gesa. Beberapa jam kemudian mereka berdua sampai di wilayah Moonhaven dan sepanjang jalan menuju istana para rakyat melihat Valeryna dengan penuh rasa kebencian yang dalam dan mereka juga melemparkan sampah pada Valeryna sepanjang jalan menuju istana. Valeryna juga tidak tahu mengapa dia diperlakukan seperti itu oleh rakyatnya sendiri.

Tepat di depan pintu istana, valeryna menyuruh Zen untuk beristirahat di sekitar istana selagi dia masuk ke istana. Saat sedang berjalan ke pintu depan istana, tiba-tiba saja ada salah satu rakyat yang menariknya. Kemudian datang ah semua rakyat kemudian menyiksa Valeryna. Dua orang menahan Valeryna kemudian yang lainnya memukul dan menendangnya sampai babak belur. Zen berusaha untuk menghalang para rakyat itu tapi Valeryna tidak mengizinkan Zen untuk menyerang rakyatnya. Elyna yang berada dalam Istana mendengar suara keributan di luar berjalan keluar istana dan betapa terkejutnya ketika melihat Valeryna yang tidak salah sama sekali disiksa oleh rakyatnya, Ia kemudian memerintahkan mereka untuk berhenti menyerang dan menyiksa Valeryna. Elyna mendekati Valeryna yang hampir pingsan dan sudah babak belur. Saking terkejutnya, Elyna jatuh dan meneteskan air mata dan sangat shock dengan keadaan Valeryna.

“Kak…kenapa..kenapa…kenapa kakak disiksa seperti ini..?” Ucap Elyna yang menatap tubuh Valeryna yang sudah terluka.

“A-aku…tidak…t-tahu…” Ucap Valeryna dengan serak dan penuh kesakitan.

“Kakk!….kumohon…kumohon.. bertahanlah!…” Ucap Elyna dengan penuh kesedihan sambil menggenggam tangan Valeryna.

Tiba-tiba Valeryna merasa bahwa ada sesuatu benda tajam menusuknya tepat di bagian perut kirinya. Saat dia lihat, ternyata Elyna yang menusukkan pisau ke perutnya. Valeryna sadar Elyna ternyata dalang dari semuanya. Penyiksaan Valeryna karena Elyna membocorkan identitas aslinya yaitu seorang vampir dan membuat fitnah bahwa Valerynalah yang membuat para vampir bermunculan di istana yang mengakibatkan korban jiwa. Elyna memfitnah kalau Valeryna sengaja pergi ke luar istana untuk menyelamatkan diri bukan untuk menyelesaikan masalah para vampir tersebut.

” Valeryna, aku tidak mau mempunyai saudara vampir dan aku juga tidak ingin mempunyai keluarga yang ternyata ada vampir…” Ucap Elyna sambil melepaskan tusukannya pada Valeryna dengan tersenyum tanpa rasa bersalah.

“T-tapi… kenapa?….a-aku ini saudarimu….” Ucap Valeryna dengan kesakitan dan serak.

Tapi Elyna tidak peduli dengan kata-kata Valeryna. Luka tusukan tadi mulai mengeluarkan banyak darah.Elyna pun berdiri dan hendak meninggalkan Valeryna yang sedang sekarat. Tiba-tiba Valeryna tertawa tapi bukan tertawa karena hal lucu tapi kesenangan.

“T-terima kasih ya…k-kamu telah menusuk pisau tadi ke perutku….s-sejak awal aku sudah menginginkan ini…” Ucap Valeryna dengan serak.

Seketika Elyna langsung berbalik ke arah Valeryna saat mendengar kata-kata itu dan kembali berlutut di dekat Valeryna.

“T-tapi kenapa?…seharusnya kau marah. Kenapa kau berterima kasih?!…” Ucap Elyna dengan khawatir dan sedikit kesadaran pada dirinya.

“S-sejak awal, aku sebenarnya tidak diinginkan didunia ini karena aku hanyalah perusak nama keluarga ini dan s-sejak kecil aku selalu disiksa seperti ini” Ucap Valeryna dengan sedikit tersenyum.

Elyna menundukkan kepalanya dan tiba-tiba saja menangis dengan histeris.

“Kakk! Aku minta maaf. Aku sungguh-sungguh minta maaf. Aku..aku..sekarang baru sadar. Aku dikendalikan oleh emosi sampai tak sadar aku membunuhmu. Aku sungguh minta maaf!…” Ucap Elyna yang menangis histeris sambil memeluk tubuh Valeryna yang sudah berlumuran darah

“B-berhentilah seperti itu. Aku sama sekali tidak membenci dan aku sangat sayang padamu…” Ucap Valeryna terbata-bata dan mulai perlahan-lahan melemah.

“Kumohon bertahanlah. Aku..aku segera memanggil dokter..” Ucap Elyna khawatir dan penuh rasa bersalah.

“T-tidak..usah. Kakak punya pesan terakhir untukmu..” ucap valeryna sambil menggerakkan tangannya ke pipi Elyna.

“T-tolong jaga kerajaan ini dan jadilah ratu yang baik pada rakyatmu. Satu lagi, a-aku menyayangi mu…”

Saat Valeryna mengucapkan itu, ia langsung memejamkan matanya menuju ke haribaan terakhirnya. Saat Elyna mendengar itu dia sangat sedih dan hanya bisa menyesali perbuatannya tersebut. Elyna terus menangis sesenggukan di depan tubuh Valeryna yang sudah tidak bernyawa lagi.

Beberapa hari setelah meninggalnya valeryna, kerajaan Moonhaven jadi suram dan sunyi karena rakyat sudah tidak berani keluar dari rumah dan di istana Elyna hanya terus menyesali perbuatannya itu. Kerajaan Moonhaven menjadi kacau.

Tamat

(Visited 36 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *