Oleh: Almyra Khairinniswa*

Suatu sore, Alice berjalan menelusuri koridor apartemennya yang sunyi dan sempit. Wajahnya tampak muram karena ia baru saja dipecat. Tempat ia bekerja telah bangkrut. Alice sangat lelah, ia memikirkan bagaimana selanjutnya ia mendapatkan uang untuk dirinya sendiri.

Di saat dia terduduk karena lelah, Alice membuka ponselnya dan menemukan informasi bahwa malam nanti akan terjadi malam bulan biru. Melihat itu, Alice bertanya kepada dirinya sendiri, “malam bulan biru seperti apa?” “Apa yang spesial di malam itu?”.

Matahari mulai ingin beristirahat, perannya akan diganti dengan bulan. Malam telah tiba, malam yang membuat Alice penasaran sejak tadi. Meskipun telah malam, bulan belum nampak berwarna biru. Karena itu Alice tak percaya informasi tersebut dan memilih untuk tidur.

Matanya perlahan tertutup. Saat matanya ingin benar-benar tertutup, ada sebuah cahaya yang muncul di luar jendelanya. Alice terbangun untuk memastikan bahwa itu adalah bulan biru.

Ternyata benar, bulan biru itu nyata. Tetapi ada hal aneh saat Alice menatap arah luar jendela, karena ada benda yang terjatuh di belakangnya dan saat ia berbalik badan, benda yang terjatuh itu bersinar dan ada sesuatu yang keluar. Cahaya dari bola itu berhenti menyala saat beberapa peri keluar dari benda itu.

Alice bertanya pada peri itu, “apa yang kalian lakukan disini?”.

Peri itu menjawab, “kami adalah peri yang hanya muncul pada malam bulan biru, dan kita dapat mengabulkan permintaanmu, jadi, apa permintaanmu?”.

Alice yang mengingat masalahnya itu langsung meminta agar tempat yang ia tempati bekerja tidak bangkrut agar dapat mencari uang. Para peri langsung berputar dan mengeluarkan cahaya, setelah itu para peri berhenti dan menyuruh Alice membuka ponselnya. Alice pun membuka ponselnya dan mendapat notif bahwa tempat kerjanya tak jadi bangkrut.

Alice sangat bahagia dan berterima kasih pada para peri karena telah mengabulkan permintaannya.

*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 7.1

(Visited 102 times, 2 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *