Oleh : Sinar
Elsya menjawab dengan nada rendah,”Emang salah yah kalau aku sekolah disini. Kan ini sekolah umum. Siapa aja yg mau sekolah disini yah bakal sekolahlah, asalkan mereka mampu”.
“Ehhh.. Lha kok lo nyolot sih Elsya.”
Lalu siswi yg bernama Karin, datang dan memisahkan karena mereka saling beradu mulut terus. Alvin tidak mau kalah dengan Elsya.
Karin adalah sahabat Elsya. Karin juga adalah murid baru di SMA GARUDA. Ia adalah anak yang cerdas seperti Elsya, tetapi Karin telah kehilangan seorang ayah saat dia kecil. Ayahnya Bernama Pak Dodi.
Saat kepergian ayah Karin, ia sangat sedih dan merasa trauma saat melihat kendaraan roda 4 (mobil) karena ayahnya mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai mobil.
Ketika Alvin mengetahui nama ayah Karin, Alvin langsung teringat dengan teman kecilnya, dan Alvin ngerasa kalau Karin ini adalah teman kecilnya yang dia cari- cari selama ini.
Alvin sangat senang karena sudah bertemu dengan teman kecilnya. Alvin selalu menyapa Karin setiap harinya, bahkan Alvin juga meminta kontak Karin.
Elsya bertanya dengan heran ke Karin,”Ehhhh Rin….. tuh sih Alvin kesambet apa, sampai-sampai setiap hari dia nyapa kamu dan minta kontak kamu juga, kesambet setan kali yah dia.”
Karin menjawab dengan santai”, Ha ha ha hah ada-ada aja kamu Sya. Mungkin Alvin cuma mau kenalan lebih dekat doang. Kan bagus kalau dia gini, biar gak berantem terus sama kamu, he he he. “
“Yeeh… kok malah bahas aku sih Rin. Kan aku lagi bahas Alvin yang agak aneh itu. Kadang-kadang dia ngeselin banget, kadang juga dia baik, yah meskipun baiknya cuman di kamu ha ha haah. “
Mereka asyik berbincang tentang Alvin, tetapi tanpa mereka sadari, ternyata Alvin ada di belakang dan mendengarkan semua obrolan mereka.
Elsya balik ke belakang karena mau masuk ke kelas, dan saat Elsya berbalik, Elsya menabrak Alvin.Lalu Elsya berkata,” Ehhh Alvin, kapan ada disini, hehe…..”
“ Aku dari tadi disini. Saya dengar semua obrolan kalian tentang aku.”
Karin berteriak, “Sudah,sudah, jangan bertengkar, gak malu apa kalian diliatin orang.”
“Kalian tuh udah gede, jadi gak usah bertengkar lagi.”
Alvin menjawab dengan senyuman,”Iya Karin yang cantik,hehehe….. “
Alvin berucap di dalam hati”,Karin tuh udah baik, cantik, gak sombong,gak kayak si Elsya. Judes, suka bikin masalah”.
Alvin dan Karin begitu akrab, hingga suatu hari, Alvin mengajak Karin main ke rumahnya. Sesampainya di rumah Alvin, Karin disapa oleh orang tua Alvin.
Alvin mengatakan ke orang tuanya, bahwa Karin ini adalah anak almarhum Om Dodi.
Orang tuanya kaget.Ha…! Serius ini anak Om Dodi, sahabat kecil kamu…????
“Iya Pa, Ma. Karin ini anak Om Dodi. Kata Karin, ayahnya meninggal saat dia kecil, dan nama ayahnya adalah Pak Dodi, sama dengan nama ayah sahabat kecil aku.”
Ayah dan ibunya menjawab dengan wajah heran.
“Ah gak mungkin Vin. Kamu becanda kan…. ?”
“Gak Ma, Pa. Kalau emang mama dan papa nggak percaya, tanya aja sama Karin…,. “
Ayah dan ibu Alvin pergi ke dekat Karin lalu bertanya,”Karin…. Emang benar kalau nama ayah kamu Pak Dodi…??? “
“Iya Om. Nama ayah saya Pak Dodi. Ayah saya meninggal saat saya kecil. Emang kenapa yah om tiba-tiba nanya soal ayah saya….? “
“Nggak apa-apa kok nak. Eh… ya udah Karin. Ayo kita makan bersama. Tante udah masakin makanan yang enak buat kalian. “
