Oleh : Rizky inayah dan Andi Aya Assyura

Sore itu langit memperlihatkan keindahannya. Angin bertiup sepoi sepoi membuat pohon yang ada di sekitarnya seakan bergoyang. Suasana yang kusaksikan sekilas tadi seketika membuat hatiku terasa damai. Sembari aku duduk diatas kursi kayu yang warnanya agak kecoklatan sambil menunggu notifikasi khusus yang sengaja ku setel di hp androidku yang berwarna hitam. Tidak lama kemudian handphone yang kuletakkan diatas meja tiba tiba berbunyi. Dan ternyata benar itu pesan dari dia yang dari tadi kunanti- nanti.  Setelah pesan itu kubaca, seketika perasaanku yang damai tiba tiba campur aduk. Ya aku seketika kecewa tetapi tetap mencoba untuk tenang. Ah…masih banyak waktu dan kesempatan yang lain” kataku dalam hati .

Akupun beranjak dari kursi yang membuatku nyaman sekejap. Aku memutuskan keluar rumah untuk menenangkan diri. Dan tiba tiba aku berinisiatif ingin pergi ke sebuah cafe yang kebetulan tidak jauh dari rumahku. Setelah bersiap-siap, akupun mengambil tote bag favoritku yang berwarna putih.

Tak lama kemudian aku pun sampai di cafe tersebut. Bau kopi yang dipesan oleh orang-orang yang ada di sekitarku menyengat hidungku. Sayangnya aku bukan pecinta kopi seperti kebanyakan orang. Aku duduk di kursi yang letaknya dekat jendela dan memesan minuman kesukaanku milk shake. Sembari menunggu minuman datang, aku mengeluarkan laptop kesayanganku  dan mengerjakan tugas yang dari kemarin belum sempat kukerjakan. 

“Maaf ya minumannya agak lama, karena kebetulan sore ini banyak pelanggan”. kata pelayan cafe tersebut. Aku menjawab “tidak apa apa mbak, makasih ya.” Aku pun segera minum milk shake yang dari tadi kutunggu dan langsung menghentikan kegiatan dengan laptopku. Aku rasa tugasku sudah selesai. Aku beranjak dari tempatku menuju kasir membayar minumanku. Sambil menunggu kembalian, aku menoleh ke belakang. Dari kejauhan aku melihat dia dengan seseorang yang belum pernah kulihat sama sekali. ingin rasanya aku menyapanya, tapi mulut ini terasa tak sanggup untuk berbicara. Aku beranjak  pulang. Saat diperjalanan, mataku tiba tiba tertuju pada sebuah kursi yang letaknya pas dekat tanaman bunga  dan di bawah pohon yang rindang. Aku tak sanggup melawan langkah kakiku sendiri karena seakan itu memaksaku untuk duduk di kursi itu.

Dan di kursi ini aku duduk sendiri sambil merenungkan semua yang terjadi. Aku memikirkan diriku  yang setiap harinya semakin tak menentu. Mood yang entah mengapa sering sekali berubah. Dan  karena itulah biasanya aku pun malas mengerjakan tugas yang diberikan oleh ibu/bapak guru. Sangat mengherankan bukan? Yaa… memang aku pun tak tau mengapa bisa seperti itu. 

Tak terasa langit mulai terlihat gelap pertanda malam sudah datang menjelang. Aku segera memesan ojol untuk mengantarku pulang ke rumah. Sambil menunggu, aku duduk seorang diri melihat senja yang indah dan tak akan pernah bosan untuk memandangnya. Namun kehilangannya juga memberi ketakutan karena membuat langit terlihat gelap. Tapi aku tahu bahwa setelah kegelapan itu,akan ada bulan dan bintang yang akan menghias dan menyinari langit yang akan  membuatnya menjadi semakin indah dan membuat rasa ketakutan itu berubah menjadi kenyamanan yang sangat jarang untuk dirasakan.

Tak lama kemudian ojol yg kupesan sekitar 5 menit yang lalu datang untuk mengantarku pulang kerumah karena pastinya ibuku sudah menunggu dirumah.

Entah mengapa di perjalanan aku merasa ada yg aneh dengan diriku. Aku merasa ada suatu hal yg membebaniku sehingga pikiranku melayang tak bertujuan. Apakah penyebabnya adalah apa yang sudah aku saksikan tadi di cafe? Hmm mungkin iya, tapi sudahlah, lupakan saja.

Tiba dirumah aku langsung membuka sepatu dan kaos kaki. Dan saat masuk ke kamar, tiba- tiba ibu memanggil dan bertanya “kenapa jam segini baru pulang?” aku pun menjawab “tugasku tadi banyak sekali bu, jadi tadi kelamaan di cafe.” Aku berbohong . Ibuku menjawab “ya sudah, sana bersih – bersih dan ganti baju, setelah itu langsung shalat Maghrib” . Aku menjawab “iya bu” dan langsung menuju ke kamar  untuk melakukan apa yang diperintahkan ibu barusan

15 menit kemudian…

Setelah shalat aku berbaring di kasur kesayanganku dengan balutan  sprei kesukaanku. Dan jika ada yang bertanya “apa yang bisa membuatmu semangat lagi setelah melewati hari – hari yang melelahkan? Aku pasti akan menjawabnya “yaa kasur ini.” Hah, kasur? “Iya karena setiap aku merasa lelah, aku pasti akan berbaring di kasur ini untuk melepaskan segala rasa penat yg kurasakan. Dan Itu membuatku kembali semangat lagi seperti biasanya.

Namun tiba- tiba apa yang kurasakan tadi ketika di perjalanan pulang kembali menghantuiku. Apakah ini yang dinamakan kecewa? Kalau ternyata itu benar, aku baru merasakan kecewa itu Dan ternyata rasa inilah yang terus menghantui diriku sejak tadi yang bertentangan dengan kenyataan dan disitulah aku berpikir bahwa kekecewaan itu muncul secara tiba tiba tanpa kita panggil. Seperti rasa kecewa yang ada di lubuk hati ini ketika dia yang telah kita percaya,  menghancurkan begitu saja kepercayaan kita. Sementara di luar sana nyatanya banyak hal tersulit untuk memercayai bahkan mustahil untuk dilupakan. Dan mulai sekarang aku akan selalu  mengingat satu kalimat bahwa “semakin tinggi untuk memercayai dan semakin besar juga rasa kecewa yang datang.”

Maka dari itu jangan terlalu memercayai orang , he can change any time without we knowing (dia bisa berubah sewaktu-waktu tanpa kita sadari ). Tetap jaga kepercayaanmu agar nantinya ketika semua orang tidak memercayaimu you don’t feel guilty (kamu tidak merasa bersalah). 

Sekarang sudah larut malam dan aku harus tidur. Dan semoga ke depannya aku tidak merasakan kecewa lagi. Cukup hari ini saja.

Kamu kira kebahagiaanku cuma di kamu saja? Aku juga punya dunia sendiri.  Aku punya keluarga , sahabat , teman teman, dan hobi. Aku tidak akan membiarkan kamu mengecewakan aku lagi. Aku tidak akan percaya lagi. 

Sekarang aku tidak akan gampang lagi percaya kepada orang lain.

Watansoppeng, Medio September 2021

(Visited 102 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *