Prolog
Di dalam kegelapan malam yang meliputi segala sudut, cahaya redup membelah kesunyian. Setiap napas terdengar seperti beban berat, dipenuhi dengan teriakan dan jeritan yang merobek malam. Tragedi yang mengejutkan telah mengguncang jiwa, merenggut harapan dan menyisakan keputusasaan.
Teriakan panik memenuhi udara, bersama dengan asap yang tebal yang membuat napas menjadi sesak dan panas yang merayap hingga ke tulang. Di tengah kekacauan, anak-anak memeluk erat ibu mereka, sementara orang-orang melompat dalam upaya putus asa untuk menyelamatkan diri, hanya untuk menemui ajal di ambang pintu.
Puluhan nyawa melayang dalam gelap, dan gedung apartemen yang sebelumnya megah kini hanya tinggal dinding beton yang tidak terlahap oleh api. Api yang ganas membara telah merenggut segalanya, meninggalkan hanya kehancuran dan duka yang mendalam di hati para saksi yang tersisa.
By Muh. Irwan ali kelas XII dari SMAs Haji Agus Salim Katoi , Kec. Katoi, Kab. Kolaka Utara
